Menjelang Pilkada yang hanya hitungan bulan, KPID NTB bekerjasama dengan Bawaslu NTB dan Panwaslu Kabupaten/Kota di wilayah NTB tengah gigih mengawas Radio dan TV se Provinsi NTB untuk bersih dari kampanye.
Hal tersebut dikarenakan adanya peraturan yang tidak memperbolehkan pasangan calon untuk berkampanye di media masa seperti radio, televisi, koran, ataupun media sosial manapun.
"Seluruh kebutuhan kampanye telah difasilitasi oleh KPU jadi tidak boleh ada paslon yang kampanye diluar media yang telah disiapkan," jelas Sukri Aruman selaku Ketua KPID kepada Tim Media Diskominfotik NTB (20/2).
Untuk turut mengawal kampanye tersebut, KPID NTB sendiri telah siap mengawas tayangan TV dan radio selama 24 jam penuh bersama 10 tenaga pembantu pengawas.
"10 tenaga pembantu pengawas siaran tersebut bertugas secara bergilir untuk memantau kampanye PILKADA di setiap media masa," lanjutnya.
Baca Juga :
KPID berharap, Pilkada yang akan datang dapat berjalan dengan aman dan tertib dari pelanggaran-pelanggaran siaran maupun pemberitaan. Jika ada pelanggaran, KPID siap untuk memberikan surat teguran hingga pencabutan siaran.
(nov/luk/an)
0 KOMENTAR
TULIS KOMENTAR