logoblog

Cari

Tutup Iklan

Generasi Emas Yang Menikmati Kesederhanaan

Generasi Emas Yang Menikmati Kesederhanaan

Hai Warga Kampung Media, saya kembali hadir. Sudah lama tidak posting apa-apa di sini. Merasa bersalah? Tentu. Bagi saya, jika saya

Rupa-Rupa

Muhammad Madun Anwar
Oleh Muhammad Madun Anwar
21 Februari, 2018 19:05:46
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 7480 Kali

Hai Warga Kampung Media, saya kembali hadir. Sudah lama tidak posting apa-apa di sini. Merasa bersalah? Tentu. Bagi saya, jika saya membuat sebuah akun, berarti saya sudah dikatakan harus bertanggung jawab. Sebab, membuat aku pasti tujuannya untuk berbagi. Salah satu untuk berbagi ya harus memposting sesuatu. Entah apa pun. Yang terpenting adalah mengabarkan bahwa saya adalah orang yang bertanggung jawab. Bukan begitu?

Karena hal itu, untuk kesempatan ini saya memposting tentang generasi emas yang menikmati kesederhaan. Kenapa saya katakan generasi emas, sebab generasi ini dengan sigap dan cerdas dalam menyambut era moderen seperti saat ini. Banyak hal yang datang di zaman moderen ini, generasi emaslah yang menerimanya dengan bijak. Lalu, generasi emas itu yang gimana, ya?

Generasi emas yang saya maksud adalah generasi yang di mana lahir antara tahun 1950-1980. Apa tidak ketuaan, ya? Entahlah. Ukuran ini saya ambil dari salah satu blog teman yang mencantumkan kelahiran tersebut sebagai ukuran generasi emas. Generasi emas inilah yang saya katakan tadi dengan sigap menikmati era moderen ini dengan bijak. Kenapa demikian? Karena generasi emas ini sudah terbiasa dengan kehidupan yang sederhana. Jadi, selama menggunakan tehnologi di era moderen ini, generasi emas inilah yang bisa dikatakan bijak. Lalu, kesederhanan apa yang dimaksud? Berikut uraian saya.

Penikmat Lampu Minyak

Di Lombok, kita masih mneggunakan lampu minyak jika mati lampu. Namun, perlu ditinjau ulang bawah tempo dulu, semua penduduk di Lombok menggunakan lampu minyak tersebut. Alangkah membahagiakan waktu itu. Dengan berlampu minya, banyak anak-anak yang pergi mengaji, bermain dengan riang, dan belajar. Ada yang masih ingat?

Penikmat Mesin Ketik

Ada yang masih ingat akan mesin ketik? Mungkin, bagi yang pernah menggunakan ini pasti ingat akan hal itu. Membuat skripsi, atau pun laporan lain dengan mesin ketik. Alangkah jadul namun menyenangkan bukan? Banyak memory atau perjuangan dengan mesin ketik. Patut untuk dikenang.

Penikmat Radio

Banyak sandiwara yang tayang di radio, tidak lupa juga musik. Bagi yang suka dengan sandiwara, akan suka rela bertandang ke rumah yang memiliki radio. Dengan begitu khusuk mendengarkan cerita. Ini mengajarkan akan kepekaan dalam mendengar. Tidak dipungkiri, silaturahim dengan tetangga akan menjadi hal yang membahagiakan.

Penikmat Permainan yang Beragam

 

Baca Juga :


Masa kecil adalah masa membahagiakan. Di era ini banyak permainan yang dilakukan dengan fisik. Secara tidak sadar, kita sudah melakukan olahraga. Maka dari itu, era ini banyak yang mengatakan bahwa kekuatan fisik adalah pemilik semua orang. Rajin bergerak tentu akan membuat sehat. Ada yang ingat permainan apa saja yang dimainkan?

Penikmat Masa Remaja yang Menyenangkan

Remaja era dulu identik dengan kebersamaan. Jalan bareng dan banyak hal yang dilakukan. Untuk melakukan hal itu, malah membuat silaturahim semakin kuat. Sebab, ketika mau bertemu harus rela ke rumah satu dan ke rumah lainnya. Kenapa? Karena di era itu memang kita lebih mengandalkan kontak fisik ketimbang seperti yang sekarang yang hanya lewat pesan singkat.

Penikmat Sepeda Ontel

Mungkin, hanya sebagian kita yang memiliki sepeda ontel. Namun percayalah, dengan adanya sepedaa ontel, banyak orang yang ingin berbagi bahkan saling membonceng. Tidak ada lagi yang namanya kemacetan lalu lintas. Pokoknya, kelasik banget. Bukan begitu?

Dan... apalagi, ya? Sebenarnya, masih banyak lainnya. Namun, cukup dulu. Sepertinya saya merasa bersalah, sebab saya tidak mencicipi era generasi emas ini. Mungkin, hanya sebagian saja yang saya cicipi. Tetapi ada hal yang harus dipelajari dari era ini yaitu tentang kesederhanan. Maka dari itu, era generasi emas dengan sangat siapnya menerima era moderen. Sebab, seperti yang saya katakan tadi, erea genrasi emas lebih pandai menyikapi era moderen. Kenapa demikian? Karena era generasi emas sudah terbiasa hidup sederhana. Setuju?

Baiklah, mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan. Kritik dan saran sangat saya butuhkan. Jadi, jangan sungkan untuk beri komentar, ya. Ditunggu.



 
Muhammad Madun Anwar

Muhammad Madun Anwar

Bertekat membahagiakan kedua orang tua dan keluarga. Sekarang berprofesi sebagai guru honorer di salah satu sekolah Negeri pinggiran di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB. Dapat dihubungi ke: 085-903-157-401. E-mail: muhammadadoeen@yahoo.co.id.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan