logoblog

Cari

Tutup Iklan

Desa O’o Dengan Seribu Pertanyaan

Desa O’o Dengan Seribu Pertanyaan

Nama salah satu identitas yang melekat pada daerah tertentu. Memberikan nama suatu daerah, tentu mendapatkan persetujuan dan  diakui oleh orang banyak.

Rupa-Rupa

Suparman
Oleh Suparman
16 Januari, 2018 14:49:45
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 1503 Kali

Nama salah satu identitas yang melekat pada daerah tertentu. Memberikan nama suatu daerah, tentu mendapatkan persetujuan dan  diakui oleh orang banyak. Begitupun disat pemberian nama desa O,o kecamatan Dompu kabupaten Dompu ini. Proses penamaan suatu daerah juga, memiliki nilai sejarah yang dikaitkan dengan nama tokoh, letak Geografis, dan potensi yang terdapat di daerah tertentu, sehingga dengan berbagai macam nama-nama daerah tersebut, secara otomatis akan mengajak masyarakat untuk mengingat kembali, bagaimana sejarah nama tersebut menjadi pertanyaan panjang.?

Negara sampai dengan desa tentu memiliki sejarah penamaan yang berbeda-beda, dari nama yang pendek sampai dengan nama yang panjang. Sehingga membentuk daerah yang ditempatin oleh masyarakat dengan tujuan yang sama. Hidup dalam sebuah desa merupakan harapan bagi semua orang, dengan kenyaman yang terjamin dan letak Geografis yang menarik.

Desa yang terletak di Timurnya Kabupaten Dompu tersebut merupakan salah satu desa dengan keunikan nama tersendiri dan menjadi perhatian banyak orang ketika melewati desa tersebut, yaitu desa O’o. Nama yang begitu singkat. Mungkin masyarakat Bima umumnya akan bertanya; apakah nama desa O’o di ambil karena banyaknya pohon Bambu.? Pasalnya, dalam bahasa Bima dan Dompu, O,o tersebut adalah Bambu sehingga orang banyak akan beranggapan bahwa desa ini diberi nama O’o karena dulu terdapat pohon Bambu yang begitu banyak, tanggapan inilah yang melintas di pikiran masyarakat Bima dan Dompu pada umumnya, sehingga tanggapan ini sedikit keliru dan perlu diperbaiki. Hal itulah yang ingin saya jelaskan dan luruskan kepada khalayak sehingga kedepan tidak ada kekeliruan.

Sejarah ini diluruskan kembali oleh nenek moyang yang mengetahui tentang asal usul desa O’o Kec Dompu Kab Dompu, walaupu desa O’o tidak memiliki sejarah yang ditulis oleh sejarawan sebagai literatul dapat dijadikan sumber yang jelas. Karena kebanyakan sejarah terbentuknya desa yang ada di Kabupaten Bima dan Dompu merupakan cerita yang disampaikan oleh nenek moyang yang diteruskan oleh generasi selanjutnya, sehingga catatan sejarah hanya disampaikan lewat cerita semata.

Pada zaman dulu, sebelum desa O’o ini terbentuk ada sebuah desa dengan nama yang sama yaitu desa O’o juga, terletak di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima di sebelah barat laut Kota Bima. Ada seorang nenek, biasa di kenal dengan nama Wa’i O’o (Nenek O’o) yang berasal dari desa O’o Kecamatan Donggo Kabupaten Bima, karena ingin mencari lahan pertanian dengan sumber air yang banyak, mengahruskan seorang nenek atau Wa’i O’o berhijrah ke desa O’o Dompu, dengan berjalan kaki menempuh jarak sekitar 81,2 km, alat transportasi pada zaman itu belum ada. Akhirnya wa’i O’o menemukan lahan pertanian di Dompu, membuka lahan pertanian baru, karena saat itu hanya sebagai hutan belantara dengan sumber air yang mendukung, membuat sang nenek tertarik dengan lahan tersebut, waktu terus berjalan sang nenek pun tinggal bersama keluarganya, sedangkan orang lain setelah mengetahui tentang lahan itu, merekapun juga ikut andil dalam membangun lahan pertanian sekaligus menjadikan sebuah desa, karena wa’i O’o adalah salah satu tokoh berpengaruh saat itu, akhirnya masyarakat setempat memberikan nama desa tersebut dengan desa O’o sebagai bentuk penghormatan mereka terhadap jasa-jasa seorang nenek tua (wa’i O’o) karena telah berhasil menemukan lahan pertanian baru bagi kehidupan masyarakat saat itu.

 

Baca Juga :


Desa O’o merupakan salah satu desa yang terletak di dataran tinggi, sebelah timurnya Kota/Kabupaten Dompu, memiliki Sumber Daya Alam (SDM) yang kaya aka air, sehingga seluruh hamparan lahan pertanian di sekeliling desa, memiliki irigasi yang disediakan oleh pemerintah setempat, sedangkan masyarakat setempat dapat menikmati hasil bertaninya tiga kali dalam setahun. Masyarakat setempat kebanyakan berprofesi sebagai petani, mengadalkan kehidupan mereka dengan bercocok tanam dan padi merupakan tanaman yang paling dominan dikembangkan oleh masyarakat.

Sekilas sejarah tentang desa kami, penuh dengan teka-teki tak menentu yang membuat orang lain terjebak dan tersesat oleh seribu pertanyaan yang membuat jawaban semakin menjauh dari pertanyaan-pertanyaan dilontarkan kepada nama desa yang unik. Tulisan singkat yang coba saya suguhkan kepada para pembaca, mengajak kita semua untuk mengetahui nilai di balik nama O’o.

(Parman)

 



 
Suparman

Suparman

nama Suparman, biasa di panggil Man. lahir di desa O,o Kec. Dompu, Kab. Dompu pada Tanggal 12 Februari 1992. anak pertama dari enam saudara. saya lahir dari pasangan Bapak A. Talib dengan Ny. Uniriyah.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan