logoblog

Cari

Tutup Iklan

Gotong Royong di Zaman Moderen

Gotong Royong di Zaman Moderen

KM Sambang Kampung- Mungkin kata gotong royong di zaman modern ini sudah sangat jarang kita dengarkan, bahkan gotong royong hanya sebuah

Rupa-Rupa

KM. Sambang Kampung
Oleh KM. Sambang Kampung
22 Desember, 2017 20:48:52
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 699 Kali

KM Sambang Kampung- Mungkin kata gotong royong di zaman modern ini sudah sangat jarang kita dengarkan, bahkan gotong royong hanya sebuah ungkapan yang mencirikan kebersamaan kita ditengah masyarakat pedesaan. Sesungguhnya didesa maupun di kota pada zaman yang serba canggih ini gotong royong sudah sangat jarang dilakukan. Seiring berjalannya waktu saling membantu atau gotong royong itu sangat sulit dilakukan, yang selalu kita dengarkan jika ada pembangunan adalah “berapa nilai proyeknya”.

Namun bagi masyarakat Mudung Barat dan Mudung Timur Desa Anggaraksa Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur gotong royong masih sangat kuat. Tidak disangka-sangka bahwa kedua dusun yang ada di desa Anggaraksa ini saling bahu membahu untuk mengecor lantai atap tempat wudhu mesjid Nurul Jihad yang berukuran 4 meter x 9 meter itu. Terlihat sekali semangat dari masyarakat baik laki-laki maupun perempuan untuk terlibat langsung dalam pengecoran lantai atap tempat wudhu tersebut.

Masyarakat sangat banyak dan berdesakan untuk beramal dengan tenaga, menurut Kepala Desa Anggaraksa Muhlis bahwa gotong royong pengecoran lantai atap tempat wudhu ini dilakukan oleh dua kekadusan yaitu Kadus Mudung Timur dan Kadus Mudung Barat. Tempat wudhu yang rencananya akan menghabiskan dana sekitar Rp seratusan juta ini adalah sumbangan dari masyarakat dan sebagian lagi dari pemerintah daerah Kabupaten Lombok Timur serta semen dari seorang donator.

Untuk menyelesaikan pengecoran tersebut apabila di proyekkan akan memakan waktu yang cukup lama dan biaya yang sangat besar, namun dengan bergotong royong cukup memakan waktu hanya dua jam saja dan tidak membutuhkan biaya.

 

Baca Juga :


Gotong royong yang dilaksanakan hari Rabu tanggal 20 Desember 2017 ini membuktikan bahwa gotong royong di masyarakat Mudung adalah tradisi yang harus dikembangkan. Meskipun ada sebagian kecil masyarakat yang sedikit alergi dengan kegiatan gotong royong ini namun itu adalah bagian dari sebuah perkembangan pembangunan yang sifatnya negatif yang tidak perlu dicontoh oleh generasi dimasa yang akan datang. Kebersamaan dengan bergotong royong akan membuat semuanya menjadi indah. Semoga tradisi gotong royong it uterus dikembangkan dan tidak akan pernah luntur meskipun dunia semakin canggih.(uyik)

 



 
KM. Sambang Kampung

KM. Sambang Kampung

Bercita-cita membangun Agro Mart HP. 081917979038 Anggota Kampng Media Sambang Kampung : 1. MASYHURI, SE.MM. 2. SALMAN ALFARISI. SE.MM. 3.ZUHROTUL AINI, AMd. KL. 4. M. HUSNUL FIKRI, ST. 5. NADIA PUJI LESTARI

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan