logoblog

Cari

Tutup Iklan

Mimpi Itu Nyata

Mimpi Itu Nyata

Mataram 15 September 2017, entah mimpi apa saya pada malam sebelumnya, undangan untuk mengikuti acara Flash Blogging bertema “Bijak Bermedia Sosial”

Rupa-Rupa

Maia Rahmayati
Oleh Maia Rahmayati
18 Desember, 2017 18:07:05
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 2055 Kali

Sejak Kita Menulis Huruf Pertama (kisah Pembuka Bagaimana Blogger Menuju Istana Negara) - Bagian 1

Mataram 15 September 2017, entah miHasil gambar untuk Flash Blogging di Matarammpi apa saya pada malam sebelumnya, undangan untuk mengikuti acara Flash Blogging bertema “Bijak Bermedia Sosial” seolah menjadi pintu yang mengantar saya untuk masuk ke pengalaman-pengalaman baru yang pada akhirnya saya ceritakan (bersambung dalam beberapa kisah pengalaman menulis dan perjalanan yang baru semusim jagung bagi saya untuk disebut Blogger khususnya di NTB).

Aksi wefie beberapa peserta dengan narasumber di Acara Flash Blogging (15/09/2017) Foto. dok. Jheli Maestro

            Acara yang dihadiri sekitar lebih dari 75 orang peserta yang saya hakqul yakin keseluruhan IMG_20170915_102402_940mereka adalah blogger-blogger hebat di NTB. Diawali sesi presentasi dan tanya jawab menghadirkan narasumber lokal dan nasional dari Kementerian Sekretariat Negara bidang Komunikasi, seperti biasa tidak lupa saya menyelip kertas dan pena untuk mencatat bagian-bagian poin yang dibicarakan Narasumber (maklum penyakit lupa saya kadang hinggap tidak kenal waktu, jadi catat! catat! dan catat!)

IMG_20170915_102402_951
 

         Di sesi selajutnya setelah makan siang dan sholat zuhur, panitia mengumumkan ada Lomba menulis cepat dan diposting dalam laman blog pribadi. Saya keder…bukan apa-apa di awal saya telah paparkan bahwa kompetisi menulis ini diikuti oleh orang-orang hebat. Dan saya? Duh.. peserta yang datang terlambat, dan hampir tak punya ide apa-apa untuk dituangkan dalam tulisan, yang harus cepat pula!! hanya ada waktu kurang lebih 1 jam yang disediakan untuk menulis dan mempostingnya.

Hasil gambar untuk Sukardi Rinakit dalam acara Flash Blogging mataramBapak Sukardi Rinakit (Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi) Saat menjadi Narasumber acara Flash Blogging di Mataram (15/09/17)

       Tarik nafas dalam-dalam..dan mulailah membuka catatan, beberapa foto yang sempat saya simpan selama acara saya periksa. Hampir sepuluh menit waktu berlalu.. nyaris tanpa ide, judul tulisan apalagi isi!! Kecuali, mata saya akhirnya tertuju pada foto kue-kue yang tersaji dalam piring kecil yang sempat saya icip selesai menyantap makan siang di restoran hotel lokasi acara

       “Flash Blogging NTB dalam sepiring Dessert” begitu saya beri judul tulisan saya. Tentu.. saya pun tak pernah menduga, satu setengah jam kemudian panitia mengumumkan nama-nama pemenang lomba. Tiga tulisan yang telah masuk di blog, dan dinilai dewan juri dari Kementerian segera diumumkan.

      Juara ketiga diraih Mbak Rohani Inta Dewi, Akademisi yang kebetulan adalah sahabat saya yang sangat saya kagumi (aku selalu proud of you Mbak Hani :*) ) selanjutnya nama Juara kedua (diriku dag dig der doong.. ngarep nama dipanggil? duh kayaknya nggak mungkin deh) dan betul saja. Nama Ria Mawaddah, blogger kece yang baru duduk di bangku smester III Fakultas Ekonomi Universitas Mataram telah berhasil meraih perhatian dewan juri untuk menyebut namanya dan menampilkan tulisannya di layar lebar sudut panggung acara.

     Pupus sudah, nyaris harapan yang tinggal hanya satu persen saja untuk menyebut, ikut nyangkut nama saya sebagai pemenang (ya… minimal juara harapan, itupun kalau masih boleh berharap ada- pikir saya) mengingat ide tulisan yang alakadarnya, nampaknya mustahil saya akan bergabung dengan dua nama sebelumnya. Saya mengabsen satu persatu nama Blogger-blogger keren Idola saya yang juga hadir dalam acara dan nama mereka belum disebut.. “Juara pertama lomba menulis cepat flas Blogging Lombok tahun 2017 tulisan berjudul Flash Blogging NTB dalam sepiring dessert oleh….”

IMG_20170915_192121_614Foto malu-malu(in) tapi tetap manis, juara 1 Lomba Menulis di acara Flash Bloging (15/09/2017)

saya tidak ingat lagi bagaimana nama saya disebut saat itu. Berkali-kali saya mengucap syukur Alhamdulillah.. saya tiba-tiba teringat Neja, anak sematawayang saya yang sempat saya janjikan akan membawakan sekantong ayam goreng saat pulang dari Mataram.

 

 

Baca Juga :


        Hadiah telah dibagikan, acara selesai, dan kami pulang. Saya menepati janji mampir di lapak jualan ayam goreng siap saji pinggir jalan, membelikan sekantong ayam sebagai hadiah dari sebagian kecil hadiah yang saya dapat untuk si Neja yang pastinya telah menunggu di rumah untuk makan malam bersama.

            Selang waktu berlalu, pasca acara yang sudah hampir tidak saya tahu kabarnya itu. Yang tersisa adalah tetap saja saya menulis, menjadi blogger yang kadang beberapa perjalanan dari aktifitas saya melakukan pelatihan (mulai dari pelatihan menulis, pelatihan membuat pupuk cair, wanatani masih sempat saya bagi pengalaman-pengalaman itu dalam laman blog ini). Ya.. menjadi Blogger tentu tidak hanya berharap lebih dari sisi materi, yang terpenting adalah bagaimana kita dapat sedikit saja (syukur kalau ada banyak) waktu untuk menulis dan tentu kuota hingga tulisan itu dapat diposting dalam laman blog.

            Ternyata, mimpi itu ternyata tidak usai sampai waktu tidur berlalu. Ada beberapa mimpi yang konon menjelma sebagai sugesti, atau bahkan dapat nyata adanya. Saya pernah bermimpi untuk memiliki payung biru Presiden Jokowi yang sempat viral saat beliau berjalan menuju panggu

IMG_20170924_211102_234

(Pak Karjono..saya izin posting potongan chat wahat app sebagai barang bukti kiriman payung ya (terimakasih pak Karjono) Terimakasih Mbak Lasmi.

ng aksi 212 (02 Desember 2016) yang penuh lautan manusia dan ditengah guyuran hujan. Dan, pada acara Flash Blogging lalu, panitia acara smepat “bagi-bagi” payung sebagai kuis berhadiah untuk peserta. Tapi sayang, saya gagal menjadi pemenang payung.

 

      Tapi tentu, saya tidak gagal meraih mimpi, keinginan untuk mendapat payung saya sampaikan di akhir acara, di akhir sesi penyampaian kean dan pesan peserta. Nah… karena stok payung saat itu sudah habis, panitia berjanji untuk mengirimkan ke alamat yang saya bagi via Whats App. Dan tentu saja payung biru istana telah sampai dengan selamat atas berkat ketelatenan Mbak Lasmi dan Pak Karjono (Staf khusus di bagian Komunikasi, kementrian Sekretariat negara) yang tanpa bosan menghubungi dan melayani via WA mengenai alamat dan lain sebagainya.

       Omong-omong soal Mbak Lasmi dan Pak Karjono, dua orang staf pak Sukardi Rinakit ini nampaknya benar-benar ditakdirkan untuk menjadi pelayan publik yang baik dan professional sebab……dua bulan kemudian….

    “Kling-klong” pesan whats app saya terima kali ini dari Mbak Lasmi menginfokan bahwa kami para pemenang Flash Blogging diundang ke Jakarta pada 12 Desember dan secara khusus untuk datang berkunjung ke istana negara pada 13 Desember … apa???? kaget??? “iya….” dan tiba-tiba saya kembali teringat suatu ketika pernah bermimpi menyusuri lorong istana Negara Kepresidenan.

Hmmm… saya semakin yakin, bahwa kadang mimpi bukan semata kembang tidur, tapi juga cara Tuhan mengabarkan pada kita bahwa “ikhtiar dan doa itu perlu…sesegera mungkin saat kita bangun dari tidur,menghadapi dunia dengan riang gembira dan jangan lupa menulis pengalaman dan kisah apa saja, sebab mimpi itu dapat menjelma nyata ketika kita mulai merangkai huruf, kata dan kalimat pertama untuk menuliskannya”.

Yuk… tunggu cerita saya selanjutnya bagaimana perwakilan  Tim Blogger NTB menyusuri lorong istana.. (bersambung) 🙂



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan