logoblog

Cari

Tutup Iklan

Silaturrahim IPPNU Kota Mataram di Perayaan Maulid

Silaturrahim IPPNU Kota Mataram di Perayaan Maulid

Event Maulid atau perayaan hari lahir Nabi Muhammad SAW merupakan sebuah tradisi keislaman yang selalu di ajarkan oleh Ulama – ulama

Rupa-Rupa

muhammad jumratul akbar
Oleh muhammad jumratul akbar
16 Desember, 2017 01:32:59
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 3993 Kali

Event Maulid atau perayaan hari lahir Nabi Muhammad SAW merupakan sebuah tradisi keislaman yang selalu di ajarkan oleh Ulama – ulama Nahdlatul Ulama dalam menyebarkan siar Islam dan membengun hubungan social manusia. Hablum minannas (hubungan antar manusia) merupakan sebuah prinsip gerakan yang di bangun dalam tubuh NU wabilkhusus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Mataram dalam menciptakan kedekatan emosional antar sesama pengurus dan anggota IPNU Kota Mataram.

            Tidak hanya itu, kader – kader IPNU Kota Mataram juga memanfaatkan ajang Maulid Nabi sebagai Majlis Kajian Islam Nusantara yang ahir – ahir ini banyak diperbincang seabagai salah satu konsep dakwah Islam di Negara Kesatuan Republik Indonesia, Negara yang dikenal Plural dengan berbagai macam warna agama, suku, bahasa dan ras. Salah satu bahasan menarik dalam Maulid Nabi Muhammad SAW bertepatan pada bulan Rabiul Awal adalah “Pandangan Islam Terhadap Perayaan Maulid Nabi”, sebab banyak kalangan yang masih membid’ahkan pereyaan maulid tersebut. Kalangan yang beranggapan maulid Nabi ialah bid’ah bukan tanpa refrensi yang jelas, akan tetapi mereka memiliki penguatan hadist Rasulullah SAW yakni :

رناا فى ضللة وكل ضللة دعةب كل

Artinya : “setiap yang bid’ah itu adalah sesat dan setiap yang sesat itu tempatnya adalah neraka”.

 

Baca Juga :


Menurut Sekretaris PC IPNU Kota Mataram dalam pemabahasan majlis kajian Islam Nusantara di salah satu kediaman kader IPPNU Kota Mataram (Rekanita Ely Ramdhani) mengatakan bahwa, hadist diatas tidak di golongkan pada hadist palsu ataupun hadist dlo’if (lemah) akan tetapi jika dalam proses memahami hadist diatas kita tidak hanya mengetahui sumber hadist sebagai refrensi dalam penetapan hukum membid’ahkan maulid Nabi SAW. Selain itu kita mengerti pola dalam memahami arti hadist, jika kita memaknakan secara tekstual (sesuai makna tertulis) maka yang timbul adalah penyimpangan dan atau perayaan maulid Nabi itu adalah sesat. Akan tetapi jika memaknakan hadist diatas dengan bentuk kontekstual maka maknanya akan berbeda dengan tekstualnya. Maksud saya, dalam tata bahasa ilmu Nahwu Sarof, jika terdapat dua suku kata yang sama dalam hal ini adalah kata كل  (setiap). Maka, kataكل yang pertama berarti “Sebagian” dan pada kata كل yang kedua berarti “Semua”. Sehingga maknanya adalah “Sebagian” dari bid’ah itu sesat, kata sebagian diartikan bahwa tidak semua hal yang baru itu adalah sesat. Lalu dilanjutkan “Dan Semua” yang sesat itu tempatnya di neraka. Dari hadist diatas bukan bermaksud membid’ahkan maulid Nabi SAW.

Selain membangun kajian – kajian wawasan Islam Nusantara, PC IPNU Kota Mataram juga kembali membuka sejarah kelahiran dan perkembangan, strategi dakwah Islam pada periodik Nabi Muhammad SAW sampai kepada masuknya agama Islam di bumi Nusantara dan stategi dakwah Wali Songo dalam menyembarkan ajaran agama Islam. Salah satu buku yang sering di jadikan refrensi pembahasan sejarah perjalanan dan perkembangan Islam yakni buku berjudul “ATLAS WALI SONGO” karya Agus Sunyoto.



 
muhammad jumratul akbar

muhammad jumratul akbar

muhammad jumratul akbar flores 24 juni 1994 jln pendidikan no. 06 kota mataram 085338925255

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan