logoblog

Cari

Tutup Iklan

Jagung Bakar Menghidupkan Suasana Malam Di Gerung

Jagung Bakar Menghidupkan Suasana Malam Di Gerung

Jagung bakar merupakan salah satu jenis kuliner yang banyak ditemukan di Pulau Lombok, baik di wilayah pedesaan maupun di perkotaan. Kehadiran

Rupa-Rupa

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
03 Desember, 2017 14:22:40
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 8076 Kali

Jagung bakar merupakan salah satu jenis kuliner yang banyak ditemukan di Pulau Lombok, baik di wilayah pedesaan maupun di perkotaan. Kehadiran kuliner jagung bakar di pulau ini tentu merupakan salah satu komponen penggerak roda pembangunan baik di bidang perekonomian maupun di bidang pertanian. Dalam kesehariannya, kehadiran kuliner jagung bakar di wilayah pulau ini tetap selalu hadir untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, sehingga pula mempengaruhi para petani jagung di sekitar untuk selalu melakukan sistem penanaman jagung secara berkesinambungan. Salah satu kuliner jagung yang sangat strategis untuk dikunjungi oleh orang-orang adalah kuliner jagung bakar yang terletak di sudut-sudut jalan trotoar sekitar Bundaran Gerung Lombok barat.

Kuliner jagung bakar di trotoar dekat Bundaran Gerung adalah salah satu upaya masyarakat sekitar untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Selain itu, tentu dengan kehadiran kuliner yang banyak digemari oleh para pengunjung menjadi bagian dari perputaran uang, yang sudah barang tentu juga berpartisipasi untuk menambah devisa daerah, karena setiap pedagang kaki lima, termasuk pedagang jagung bakar diharuskan membayar pajak tempat penjualan.

Dari sudut pandang sosial, aroma jagung bakar yang dilengkapi dengan bumbu khas Gerung Lombok Barat menjadi pancing bagi orang-orang lewat atau pengunjung untuk menghidupkan suasana malam. Berawal dari pukul empat sore, para pedagang jagung bakar sudah bersiap-siap untuk meladeni para pengunjung. Hingga pukul dua belas malam, mereka pun masih setia menunggu langganan yang akan menikmati suasana malam yang indah di seputaran Bundaran Gerung.

Bundaran Gerung yang merupakan jantung kota Lombok Barat adalah salah satu tempat yang strategis untuk menikmati suasana malam yang mengasyikkan. Bundaran Gerung Lombok Barat juga merupakan pusat pertemuan arus jalan yakni dari arah Lembar, Mataram. Bandara International Lombok dan dari arah Kediri. Namun yang lebih menghidupkan suasana indah pada bundaran ini adalah karena jalan yang menuju ke Kota Mataram dan Bandara International Lombok sudah menjadi jalan Bay Pass. Itulah sebabnya, di seputaran jalan bundaran Gerung ramai dikunjungi oleh anak-anak muda pada waktu sore hingga malam, apalagi di ruas-ruas jalan yang ada di kawasan Bundaran Gerung tertata rapi dan mulus, serta dilengkapi dengan taman indah dan lampu-lampu jalan yang dikelola oleh pemeritah setempat. Hal ini pula mempengaruhi para pedagang asongan dan pedagang kaki lima untuk membuka lapak atau usaha kuliner di berbagai sudut-sudut trotoar atau tepi jalan, termasuk kuliner jagung bakar.

Kuliner jagung bakar yang ada di sepanjang tepi jalan Gerung memiliki karakter bumbu tersendiri. Racikan bumbu ala Gerung di kawasan Lombok barat ini beda dengan racikan bumbu jagung bakar di tempat lain. Bahan dasar bumbu jagung bakar adalah mentega diramu dengan bumbu penyedap khas Gerung, termasuk bawang merah, bawang putih,cabe, garam, petcin, dan daun jeruk nipis yang diiris-iris tipis, serta penyedap lainnya. Bumbu ini akan dioleskan pada jagung ketika usai di bakar. Agar bumbu tersebut akan lebih meresap pada biji-biji jagung dan mengeluarkan aroma sedap, jagung bakar ini kembali dipanggang di atas bara api dalam beberapa detik.

Jagung pilihan yang disiapkan oleh para pedagang kuliner jagung bakar di seputaran Bundaran Gerung Lombok Barat berasal dari berbagai desa yang ada di wilayah Lombok Barat. Jagung pilihan ini berukuran besar dan rasanya manis. Namun , kelezatan jagung pilihan ini akan tersa ketika diolesi dengan bumbu khas Gerung. Atas kelezatan jagung bakar dan aromanya yang menyengat indra penciuman, sangat wajar jika di pelataran trotoar diramaikan oleh pengunjung. Mereka pun mengatur diri di atas tikar plastik yang telah disiapkan oleh para pedagang kuliner jagung bakar. Namun lebih lengkapnya lagi, para pedagang jagung bakar juga menyiapkan aneka ragam minuman, baik minuman dingin, maupun minuman hangat atau panas termasuk kopi hitam ala sasak, teh panas dan susu hangat.

 

Baca Juga :


Harga jagung bakar ala Gerung cukup terjangkau. Para pedagang kuliner jagung bakar di kawasan Gerung sepakat memberi harga tiga hingga empat ribu rupiah per buah, dan tergantung dari ukuran besar jagung. Jika pengunjung tak ingin menggunakan cara tradisonal untuk memakan jagung bakar itu, pedagang jagung yang ada di kawasan ini siap untuk menyajikan dalam bentuk irisan-irisan yang ditaruh ke dalam piring khas Lombok yaitu piring rotan dan sudah dilengkapi dengan bumbu khas Gerung. Akan tetapi, bagi pengunjung yang tidak berkesempatan untuk mengambil posisi duduk di pelataran trotoar atau tepi jalan ini, mereka pun dapat membawa pulang jagung bakar berbumbu khas Gerung dan dibungkus rapi oleh pedagang pedagang. []

 

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.