logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kampung Media Jadi Pusat Perhatian di Temu KIM Nasional

Kampung Media Jadi Pusat Perhatian di Temu KIM Nasional

Kampung Media jadi Pusat Perhatian di Palembang   Pada Perhelatan Temu Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Tingkat Nasional 2017 di Palembang, 23

Rupa-Rupa

KM. Abiantubuh
Oleh KM. Abiantubuh
26 November, 2017 20:53:52
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 4663 Kali

Pada Perhelatan Temu Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Tingkat Nasional 2017 di Palembang, 23 November 2017, Kampung Media menjadi salah satu dari dua presentator yang tampil. Kepala Kampung Media, Fairuz diberi waktu untuk menjelaskan eksistensi Kampung media selama ini. Kegiatan Temu Kelompok Kampung Media ini dilaksanakan dalam rangka acara Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK) 2017.

Dalam presentasinya, Kepala kampung Media menguraikan proses lahirnya kampung media mulai dari mendidik warga untuk belajar menulis dan ramah dengan IT, hingga membuat portal bersama dan membuat gerakan mengubah budaya bertutur menjadi budaya menulis. Intinya para peserta terlihat antusias untuk bertanya dan menggali informasi tentang kampung media.

Usai presentasi para peserta dibukakan sesi bertanya. Maka meluncurlah pertanyaan dan apresiasi dari para peserta yang hadir.

Agus dari Jawa Timur, secara langsung menyampaikan apresiasinya terhadap kampung media dan menyatakan keinginannya untuk belajar kepada pengelola kampung media. Agus juga menanyakan bagaimana proses legalisasi serta kiat-kiat pengelola kampung media mengajak warga agar tidak bosan berkecimpung di dalamnya.

Selain Agus, ada juga Hendra Setiawan dari KIM OKU yang  juga menyambut dan mengatakan bahwa KIM NTB dengan Kampung Medianya memang luar biasa.  Hendra Setiawan mempertanyakan bagaimana KIM NTB menggali pendanaan agar bisa berjalan dengan baik. Lalu ada pula Feri Kiswanto Krobokan dari Jatim yang menanyakan bagaimana kita-kiat menjaga dan mengelola informasi agar masyarakat terhindar dari hoak.

 

Baca Juga :


Fairuz menceritakan bagaimana Kampung Media dikerjakan dengan serius dan sungguh-sungguh, bukan semata seremonial seperti kebiasan program lain. Kampung Media bergulir selama lima tahun, baru setelah berkembang dan berjalan dengan baik baru kemudian dilaporkan ke Gubernur dan diundang ke Pendopo untuk diapresiasi di hadapan dinas-dinas lain. Ia menyindir banyak program yang hanya menggunting pita, di louncing kemudian hanya terkencing-kencing, dengan gaya bertutur yang kocak dan membuat para peserta tertawa.

Fairuz juga menceritakan bagaiman awalnya ia merintis untuk mendidik warga agar mau menulis. “Saya tidak mendidik warga untuk menjadi manja. Sudah menjadi kebiasaan masyarakat bila kita turun mensosialisasikan program, yang dibayangan mereka adalah bantuan, bantuan dan bantuan. Saya katakan kepada mereka bahwa mau apa saja, mau tustel, mau laptop mau gadget pasti di kasi, yang penting mau menulis. Di awal-awal tulisannya jelek, bahkan ada yang lebih panjang judul dari pada isinya. Tapi itu tidak apa-apa. Mereka menulis terus menuerus dan sekarang bisa dilihat hasilnya. Setiap tulisan yang muncul di headline saya kasi seratus ribu rupiah untuk penulisnya” cerita Kabid IKP Diskominfotik NTB itu di hadapan para peserta Musyawarah KIM se-Indonesia siang itu.

Kampung media memang menjadi pusat perhatian hari itu. Tidak hanya saat memberika presentasi, saat kegiatan usaipun, para peserta mengerubungi kami untuk bertanya dan berjanji untuk datang ke NTB mengunjungi Kampung Media.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan