logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kampung Tramadol Ada Di Dompu

Kampung Tramadol Ada Di Dompu

Di saat kampung media sedang menjadi perbincangan di kalangan nasional dan bahkan akan direplika oleh Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Republik

Rupa-Rupa

Hamjah Diha
Oleh Hamjah Diha
24 November, 2017 12:20:05
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 2567 Kali

Di saat kampung media sedang menjadi perbincangan di kalangan nasional dan bahkan akan direplika oleh Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Republik Indonesia (RI) untuk diterapkan di daerah-daerah yang ada di nusantara, ternyata di kabupaten Dompu ada “Kampung Tramadol”. Di saat orang-orang baik mereplika hal-hal baik untuk dijadikan inspirasi, justru di kalangan remaja, mereplika hal-hal yang buruk. Hal yang buruk yang direplika oleh para remaja di akhir-akhir ini, salah satunya adalah penyalahgunaan tramadol. Obat pereda itu sedang trennya di kalangan anak muda di berbagai daerah, tak terkecuali di kabupaten Dompu. Di Mataram ada “kampung narkoba” di Dompu pun ada “kampung tramadol”.  

“Tidak hanya lingkungan Karang Bagu Kelurahan Karang Taliwang, Mataram yang sudah melahirkan stigma buruk karena dicap sebagai kampung narkoba. Di Dompu pun tren serupa mulai terlihat. Pasalnya, terdapat satu lingkungan di Dompu yang kini dianggap sebagai kampung tramadol. Wilayah yang beredar di jantung kota itu menjadi pusat utama peredaran pil berbahaya itu,” dikutip di salah satu media harian di NTB tanggal 22 November 2017.

Tramadol sebagai mana pengetahuan umum bahwa salah satu obat pereda rasa sakit. Obat itu digunakan ketika orang selesai operasi, namun bagi anak muda khsusunya pelajar digunakan sebagai alat untuk menghilangkan rasa takut ketika mereka sedang menghadapi suatu masalah atau sedang mengalami stress.

Tulisan ini berawal dari berita dari salah satu media harian di NTB yang memuat tentang “Kampung Tramadol”. Penyalahgunaan tramadol di wilayah kabupaten Bima dan Dompu bukanlah barang baru.

“Untuk warga lingkungan ini, aktivitas penyalahgunaan tramadol sudah tidak asing lagi. Pun bungkusan bekas pil tersebut sangat mudah ditemukan karena dibuang disembarang tempat,” dikutip dari salah satu media harian di NTB pada tanggal 22 November 2017.

Merujuk dari pernyataan tersebut, penyebaran barang “haram” itu bukan rahasia umum lagi, akan tetapi barang “haram” itu menjadi milik umum. “Hampir di setiap kerumunan remaja baik di kampung tramadol maupun di wilayah lainnya tak jarang ditemukan penggunaan tramadol. Bahkan tukang dan buruh pun mengkonsumsi barang berbahaya ini,” ungkap Kasi Pengaduan Perempuan dan Anak DP3A Dompu, Nasrullah, SKm sebagaimana dikutip di salah satu media harian di NTB tanggal 22 Novemver 2017.

Jika hal itu menjadi bahan konsumsi publlik, pertanyaannya kemana aparat yang memiliki kewajiban untuk memberantas barang “haram” itu? Karena barang “haram” itu semakin gencar diedarkan di kabupaten Bima dan Dompu khususnya di kalangan pelajar.

 

Baca Juga :


Penyebaran barang “haram” itu merupakan salah satu strategi orang yahudi dalam rangka pelumpuhan otak para pelajar.  Mungkin saja pelajar tidak mau peduli dengan efek dari barang “haram” itu. Untuk itu, perlu ada kerja kolektif atau kerja secara berjamaan untuk memberantas barang haram itu.

Mengingat gejarnya konsumsi tramadol di kalangan pelajar, makan saya menyarankan pada guru untuk mengedukasi para pelajar tentang bahaya tramadol tersebut. Setiap kali guru mengajar, guru harus menyisipkan sedikit tentangg bahaya tramadol tersebut. Mungkin saja ini yang dimasudkan oleh Syed Muhammad Naquib al-Attas tentang Islamisasi Ilmu Pengetahuan. Islamisasi Ilmu Pengetahuan menurut Al-Attas bahwa pembelajarannya harus menyesuaikan dengan karakteristik keilmuan Islam. Saya yakin bahwa semua agama (tidak saja agama Islam) menyuruh kepada hal-hal baik, tak terkecuali melarang pada penggunaan tramadol. Dalam artian bahwa semua agama melarang tentang mengkonsumsi tramadol tersebut.

Konsep Syed Muhammad Naquib al-Attas itu bisa ditarik ke dalam hal pemberantasan tramadol. Dalam artian bahwa setiap guru, baik itu guru matapelajaran lain maupun guru agama harus menyisipkan sedikit materi tentang bahaya mengkonsumsi tramadol ketika mereka mengajar. Kenapa saya menyarankan kepada guru, karena guru paham bagaimana cara menyampaikan informasi yang baik kepada pelajar.

Wallahu alam bissawat



 
Hamjah Diha

Hamjah Diha

Adalah warga kampung Diha-Sie Kecamatan Monta Kabupaten Bima. https://hamjahdiha.or.id dan https://hamjahdihafoundation.blogspot.co.id

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan