logoblog

Cari

Tutup Iklan

Penulisan Karya Ilmiah Untuk Penyuluh Pertanian Ntb

Penulisan Karya Ilmiah Untuk Penyuluh Pertanian Ntb

Jabatan fungsional merupakan salah satu jabatan professional dalam mengembangkan karier  sebagai pengawai negeri sipil secara professional serta sebagai peningkatan mutu pelaksanaan

Rupa-Rupa

Syamsul Riyadi
Oleh Syamsul Riyadi
23 November, 2017 12:53:57
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 25350 Kali

Jabatan fungsional merupakan salah satu jabatan professional dalam mengembangkan karier sebagai pengawai negeri sipil, secara professional serta sebagai peningkatan mutu pelaksanaan tugas sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994.

Untuk tugas pokok penyuluhan pertanian yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 35/Permentan/OT.140/7/2009 antara lain persiapan penyuluhan, pelaksanaan penyuluhan pertanian, evaluasi dan pelaporan serta pengembangan profesi penyuluhan pertanian. Pengembagan profesi penyuluhan pertanian berupa karya ilmiah menjadi pengembangan profesi yang memperoleh apresiasi cukup tinggi oleh penyuluh khususnya dalam penyusunan angka kredit penyuluhan. Sehingga pentingan karya ilmiah bagi penyuluh, maka dilakukan pertemuan workshop penulisan karya ilmiah bagi 75 penyuluh pertanian yang berasal penyuluh provinsi dan kabupaten/kota se Nusa Tenggara Barat pada tanggal 22 November 2017 di Aula Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dan Perkebunan Prov. NTB.

Hal tersebut disampaikan oleh Ir. RR Priwanti Soeharto dalam materi penyusunan karya tulis ilmiah untuk penyuluh sesuai dengan Permentan Nomor : 34/Permentan/OT.140/6/2011, tanggal 20 Juni 2011 bahwa jabatan fungsional penyuluhan pertanian dari beberapa tugas penyuluhan berupa pengembangan profesi penyuluhan yaitu karya ilmiah menjadi hal yang sangat penting. Sehingga penyusunan karya ilmiah harus sesuai dengan kaidah aturan penulisan karya ilmiah.

Karya ilmiah bagi penyuluh pertanian atau akrab dengan istilah karya tulis ilmiah (KTI) merupakan tulisan hasil pokok pikiran pengembangan hasil kajian/penelitian yang disusun secara perorangan/kelompok. Sehingga ide atau materi dan gagasan tersebut dituangkan dalam bentuk tulisan yang bersadasarkan pada identitikasi, tinjauan pustaka, diskripsi, analisa permasalahan, kesimpulan dan sasarn dalam pemecahan masalah ungkap bu nani panggilan akrab.

Disampaikan juga bahwa tim penilai dupak pusat ini, karya tulis ilmiah dalam pengembangan profesi penyuluhan dapat dibagi menjadi 2 yaitu karya ilmiah yang dipublikasikan dan tidak dipublikasikan (didokumentasi perpustakaan).

Dalam penulisan penyusunan karya ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. A. Farid Hemon, M.Sc menyampaikan bahwa karya ilmiah  mempunyai substansi yang bersumber dari kumpulan/akumulasi pengetahuan baru, pengamatan empiric, pengembangan gagasan baru, telaah berupa buku-buku dan hasil penelitian, obituary ilmuwan yang berjasa dalam bentuk karya serta hasil penelitian.

 

Baca Juga :


Ada 3 pertimbangan dalam menulis karya ilmiah yaitu pertama jenis karya ilmiah, kedua jenis media yang akan menampung tulisan akan kualitas, Bahasa, hasil penelitian, praktisi, serta ketiga kerangka umum karya ilmiah seperti pengenalan judul, pemilik, lembaga penerbit, batang tubuh dalam pendahuluan, metodelogi, hasil dan pembahasan kesimpulan dan kepustakaan ungkap dosen pertanian universitas mataram.

Peserta Workshop Penulisan Karya Ilmiah Untuk Penyuluh Pertanian NTBKegiatan workshop penulisan karya ilmiah, peserta penyuluh pertanian diajarkan dalam penulisan artikel berita pertanian dalam bentuk jurnalistik. Sehingga lebih menarik perhatian penyuluh dalam menungkan ide gagasan teknologi untuk menginformasikan kepada khayalak umum dalam bentuk tulisan jurnalistik/wartawan. Ide/gagsan dalam bentuk tulisan tersebut dengan prinsip mudah dipahami, jelas, ringkas, lengkap, detil, saling mengkait antar kalimat serta logis menarik.

Dengan perkembangan zaman teknologi informatika saat ini berupa era digital memberikan pengaruh kepada kehidupan petani. Maka penyampaian karya tulis ilmiah, pengenalan pertanian melaui media cetak maupun media elektronik khusunya dalam pemanfaatkan jaringan internet berupa media social sangat perlu. Di penyuluhan pertanian ada beberapa aplikasi yang dapat digunakan dalam mengenalkan materi pertanian  spesifik lokasi daerah seperti website cyber extension, facebook, instagram dan sebagainya. Sehingga penyuluh pertanian menjadi termotivasi dalam metode penyebaran ilmu teknologi pertanian ke masa depan.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan