logoblog

Cari

Tutup Iklan

Belajar Di Kampung Media, Lulus Sertifikasi Dosen

Belajar Di Kampung Media, Lulus Sertifikasi Dosen

Sertifikasi dosen adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk dosen, dan juga merupakan bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada dosen sebagai

Rupa-Rupa

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
14 November, 2017 21:20:09
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 1020 Kali

Sertifikasi dosen adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk dosen, dan juga merupakan bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada dosen sebagai tenaga profesional. Untuk meraih penghargaan tersebut, tentu sangatlah sulit karena harus melewati berbagai tahap penilaian. Mulai dari harus mengikuti tes TOEP (bahasa Inggris), TKDA (tes kemampuan dasar akademik), penilaian kemampuan mengajar dari kampus, pembuatan karya ilmiah (jurnal), pengabdian masyarakat, prestasi di kampus dan atau di luar kampus, dan terakhir adalah menulis deskripsi diri. Namun, dari sekian tahapan penilaian terhadap sertifikasi dosen, saya melihat bahwa ada banyak rekan dosen yang sulit menulis deskripsi diri. Soalnya, menulis deskripsi diri adalah pekerjaan yang benar-benar menguras tenaga, pikiran dan waktu. Tahap penilaian deskripsi diri juga merupakan penentu kelulusan dari seorang dosen untuk mendapatkan penghargaan yang berupa sertifikasi dosen. Pada tahap akhir ini, TIM Assesor dari Pusat  DIKTI Jakarta benar-benar melakukan pemeriksaan dengan ketat  terhadap tulisan deskripsi diri yang terdiri dari 24 butir pertanyaan, dan setiap butir pertanyaan dijawab dengan minimalnya 150 kata. Itupun harus sesuai dengan pengalaman mengajar semenjak menjadi seorang tenaga pengajar di sebuah perguruan tinggi yang mengusulkan dirinya untuk mendapatkan sertifikasi dosen. Akan tetapi, sebagai peserta calon  sertifikasi dosen dari Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat, Alhamdulillah saya merasa mendapatkan kemudahan dari Tuhan, sehingga dengan sekitar 3000 kata saya bisa selesaikan selama tiga hari, dan saya pun LULUS sertifikasi dosen pada tahun 2017 bulan Oktober. Sehingga ketika teman-teman saya bertanya tentang kelulusan saya, saya pun menjawab “iyya, saya kan penulis Kampung Media,” jawabku dengan polos.

Ada satu hal yang saya rasakan ketika belajar menulis di Kampung Media dalam kaitannya dengan sertifikasi dosen, yaitu terlatihnya saya menulis di kampung media, terutama dalam menulis sosok inspiratif, ide kreatif, dan keberhasilan masyarakat dalam pembangunan desa. Cara-cara atau pola menulis seperti ini, saya terapkan dalam penulisan deskripsi diri. Di dalam deskripsi diri, saya pun juga menulis diri saya sebagai sosok inspiratif di kampus yang banyak berinovasi untuk mengembangkan pembelajaran di dalam kelas. Demikian juga tentang peran saya sebagai dosen pada kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang tentu butuh penulisan yang terstruktur.

Terlepas dari pola dan gaya menulis saya di kampung media yang terterapkan dalam penulisan deskripsi diri untuk sertifikasi dosen, keberadaan saya sebagai jurnalis di kampung media turut menambah cum atau bobot penilaian. Sebagai dosen yang berkecimpun di perguruan tinggi, kita pun memang dituntut untuk mengembangkan tri darma perguruan tinggi. Salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat. Menulis di kampung media berarti kita memberikan informasi kepada masyarakat. Terlebih jika yang kita tulis adalah ide kreatif, sosok inspiratif, maslah pembangunan desa, dan lain-lain. Jelasnya menulis di media sosial seperti di Kampung Media sudah merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, atau sama halnya jika saya membahasakan kelompok informasi masyarakat (KIM). Bentuk-bentuk pengabdian kepada masyarakat lewat Kampung Media, saya pun juga menunjukkan nama atau blok saya di Kampung Media dengan membuktikan lebih dari 200 judul artikel. Bahkan bagian dari kegiatan pelatihan di kampung media menjadi bagian isi dari tulisan deskripsi diri saya, dan juga menjadi bagian dari CV saya pada berkas sertifikasi dosen.

Saya tidak banyak bercerita, saya hanya  ingin menyampaikan bahwa setiap dari apa yang kita perbuat dengan ketulusan hati pasti ada manfaatnya. Belajar menulis, seperti di media sosial (Kampung Media) insya allah pasti ada jawaban positip yang diberikan oleh Allah, apapun bentuknya.Dari sinilah saya juga menghimbau kepada rekan-rekan agar mau belajar menulis tentang apa saja dan di mana saja, karena dengan pengalaman-pengalaman seperti ini tentu ada saja keterkaitannya dengan aktifitas kita di tempat lain pada suatu saat. Bicara rezeki, itu urusan belakang , itu adalah urusan Tuhan.

 

Baca Juga :


 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan