logoblog

Cari

HMT Gedor Balai Desa Teke

HMT Gedor Balai Desa Teke

KM MONGGO RUNGGU-Puluhan mahasiswa Teke yang terhimpun dalam Himpunan Mahasiswa Teke (HMT) Kabupaten Bima menggelar aksi demo di balai desa setempat,

Rupa-Rupa

KM Monggo Runggu
Oleh KM Monggo Runggu
04 Oktober, 2016 09:45:07
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 19525 Kali

KM MONGGO RUNGGU-Puluhan mahasiswa Teke yang terhimpun dalam Himpunan Mahasiswa Teke (HMT) Kabupaten Bima menggelar aksi demo di balai desa setempat, Senin kemarin.  Massa meminta kejelasan terkait tingginya biaya ajudikasi progam prona tahun  lalu.

Koordinator aksi Agus Salim mengatakan bahwa ada dugaan pungli yang dilakukan oknum staf  dan plt kades Desa Teke saat program Prona berlangsung tahun 2015 lalu. “Kami nilai pungutan   yang dilakukan oknum staf dan pejabat plt kades Teke tak ada dasar hukumnya dan sangat memberatkan masyarakat,” ujar Agus di Teke kemarin.

Lanjutnya, aksi demo menuntut transparansi keuangan yang ditarik dari warga pemilik lahan yang terkena program Prona, setiap warga diminta menyetorkan uang sebesar Rp 300 Ribu.  “Seingat kami, program prona tidak dipungut biaya sesenpun kenapa oknum pejabat PLT kades memintakan uang ke masyarakat peserta program prona tersebut,” kesal Agus.

Dalam orasinya, Agus meminta agar mengembalikan uang yang sudah dipungut selama 2 periode sesuai nominal yang dipungut. Selanjutnya, meminta hadirkan kepala BPN dan mengadili melalui proses hukum terhadap oknum aparat desa yang terlibat dan meminta desa agar memiliki perdes tentang Prona. Biaya tambahan selama pelaksanaan program prona dibebankan ke dalam anggaran ADD/DDA.

 

Baca Juga :


Menanggapi tuntutan para pendemo, Kades Teke, Hidayat S.Sos. Msi mengratakan bahwa dirinya tak sanggup menghadirkan kepala BPN saat ini, dan masalah pungutan uang program Prona tahun 2015 dirinya tidak tahu. Pasalnya, saat itu belum jadi kepala desa. “saya sangat berterima kasih kepada adik adik mahasiswa,  karena telah membuka cakrawala berpikir kami dalam mengelola keuangan desa. Tolong kami dikawal dan diingatkan agar tidak keluar dari jalur yang sudah diamanatkan. Mari bersama kami membangun desa kita tercinta ini,” harap Hidayat.

Lanjutnya, program Prona tahun 2015 lalu sebanyak 680 orang atau sasaran yang terdiri dari tanah pekarangan sebanyak 120 dan tanah sawah sebanyak 560. “mengenai pungutan uang itu, telah kami panggil pejabat PLT. Adik adik bisa beraudensi dengannya. Kita tunggu aja kedatangannya, beliau ada di kantor camat,” Pungkas Hidayat. (RIS) -05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan