logoblog

Cari

Tutup Iklan

Workshop Pembentukan SID

Workshop Pembentukan SID

Dua Kabupaten di pulau yang terkenal dengan pulau 100 masjid  mengikuti workhop tentang  rencana pembentukan Sistim informasi Berbasis Data (SID) guna

Rupa-Rupa

KM Angin Daye
Oleh KM Angin Daye
02 November, 2015 09:40:01
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 2707 Kali

Dua Kabupaten di pulau yang terkenal dengan pulau 100 masjid  mengikuti workhop tentang  rencana pembentukan Sistim informasi Berbasis Data (SID) guna penghapusan Child Traffiking dan Child Migran serta menyatukan sudut pandang tentang program yang sedang konsen di lakukan oleh Lombok Research Center (LRC). Berdasarkan hasil diskusi sebelumnya dengan Dinas sosial dan Bappeda Lombok Tengah dan Lombok Timur, ketika melihat data tentang buruh migran dan traffiking justru masing-masing instansi pemerintah ini belum memiliki data yang sama, bahkan mereka saling mengkelaim memiliki data yang paling palid.

Sementara masing-masing dinas mengakui data merekalah yang paling benar, sehingga dari munculnya beberapa ketidak sepahaman data tentang Buruh Migran dan traffiking di dua Kabupaten, maka LRC melakukan kerjasama dengan TDH (Blanda) yang menjadi Punding atau penyandang dana untuk membantu pemerintah dalam pembentukan data terpusat.

Lombok Research Center (LRC) dan punding dari TDH (Belanda) mendorong ketersediaan data yang akurat khususnya di dua kabupaten ini, dimana output program ini sampai satu tahun setengah harus terbentuk pusat data mengenai data buruh migran dan traffiking di masing-masing kabupaten, harapanya supaya pusat data yang terbentuk nantinya dapat menyatu dengan instansi pemerintah seperti Dinas sosial tenaga kerja ataukah di Bappeda.

Kegiatan workshop pembentukan Sistem Informasi berbasis data khususnya untuk masalah Buruh migran dan traffiking (perdagangan anak) di lakukan selama 2 hari dan bertempat di Fave Hotel Langko Mataram-Lombok di jalan Langko No.21-23 Mataram 83124 Lombok, selama dua hari mulai hari Senin Tanggal, 26-27 Oktober 2015.

Kegiatan Workshop tersebut diikuti oleh perwakilan instansi pemerintah, NGO dan Penyalur tenaga kerja, dimana pada pertemuan selama dua hari tersebut di ikuti dengan penuh semangat oleh para peserta, disamping fasilitator juga cukup pandai mengarahkan dan membawa alur atau proses-proses yang dilakukan untuk menemukan masalah serta penanggulangan terhadap masalah yang muncul.

Dalam pertemuan tersebut tidak ada yang di salahkan mengenai data yang di miliki, namun bagaimana mengatasi atau memberikan solusi yang solutif terhadap persoalan data. Data khususnya di dua kabupaten ini tidak sebanding dengan kalkulasi prosentase Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) melalui Buruh migran atau pahlawan depisa negara.

Adapun peserta dalam pertemuan ini terdiri dari 31 orang yang terdiri dari semua unsur, baik pemerintah maupun swasta lainnya. Dimana peserta tersebut telah di seleksi oleh panitia guna mempermudah dan skaligus memperlancar diskusi  sesuai yang di inginkan oleh panitia.

Output atau hasil yang ingin di capai dalam dua hari tersebut dalam menyatukan sudut pandang antar semua pihak tentang pembentukan sumber data mengenai buruh migran dan trafiking di dua kabupaten tersebut.

Kemudian harapan dari LRC persoalan buruh migran dan traffiking menjadi persoalan bersama, tidak hanya diberikan beban dan tanggung jawab kepada instansi pemerintah seperti Dinas Sosial dan Bappeda saja, namun menjadi tanggung jawab kita bersama, dimana masalah buruh migran dan trafiking ini sangat rentan terjadi di wilayah kita masing.

 

Baca Juga :


Hari pertama setelah makan siang dilakukan pembagian kelompok diskusi tentang bagaimana SID yang ingin di bangun di masing-masing kabupaten kota, sehingga Fasilitator membagi kelompok berdasarkan kabupaten masing-masing. Dimana masing-masing  kabupaten  melakukan kajian tentang sumber-sumber data sampai masuk dalam 1 sistem informasi yang bisa di akses bagi halayak umum yang memiliki kepentingan.

Masing-masing kabupaten mendesain tentang bagaimana membentuk sumber data yang baik dan dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya, perkara Sistem Informasi berbasis data (SID) ini mau di tempatkan dimana, bukan menjadi urusan kita, ungkap salah seorang peserta dari Kabupaten Lombok tengah Lalu Mustan Adi.

Pembentukan sumber data ini juga tidak bisa selesai (final) dalam dua hari, namun pasti akan ada tindak lanjut dan beberapa kegiatan seperti pertemuan-pertemuan berbentuk diskusi, tatap muka dan FGD yang melibatkan peserta yang hadir. Rencana Program Pembentukan sistem informasi berbasis data yang di lakukan oleh Lombok Research Center (LRC) yang bekerja sama dengan TDH (Blanda) akan melakukan Study banding pada pertengahan atau akhir November 2015, mengenai peserta yang akan ikut dalam study banding tersebut mudah-mudahan bisa ikut semua peserta yang hadir selama dua hari kemarin, ungkap Direktur Lombok Research Center (Dr.Maharani) pada saat melakukan evaluasi hari kedua di Mataram.

Rancangan Lombok Tengah dalam membentukm Sistem Informasi Berbasis Data nantinya akan di lakukan diskusi lebih lanjut, khususnyadi Kabupaten Lombok Tengah supaya memiliki hubungan dengan program yang sedang di rencanakan yaitu adanya Sistem Informasi Berbasis Desa (SID) yang datanya masih terdapat di desa-desa dan nantinya dapat di bentuk dalam satu sistem di Dinas sosial atau Bappeda untuk menyatukan atau membuat pusat data terpadu, sehingga nantinya warga atau masyarakat bisa melakukan kroscek data kepribadian mengenai status supaya para penyalur tenaga kerja  dan juga dapat mencari lowongan pekerjaan melalui pusat data yang akan di bentuk.

Pada hari kedua fasilitator mengajak kita untuk mengingat kembali hasil diskusi yang telah di lakukan pada hari pertama, kemudian masing-masing Kabupaten melakukan prosentasi hasil diskusi kelompok internal dalam menggali data mentah sampai menjadi data yang bisa di akses oleh halayak umum, salah satu tujuan prosentasi adalah untuk memberikan informasi yang ada di masing-masing kabupaten dan untuk memberikan tanggapan dan masukan seluas-luasnya demi penyempurnaan Sistem Informasi Berbasis Data (SID) yang akan di dorong.

Rencana kerja tindak lanjut (RKTL) dalam evaluasi yang dilakukan oleh panitia, dalam waktu dekat ini akan dilakukan diskusi dan pertemuan informal dengan semua stake holder kunci dan peserta di masing-masing kabupaten. Beberapa hal yang di pertajam nantinya mengenai bagaimana cara mendorong terbentuknya SK Forum Data. Dari mana saja data tersebut di ambil, kemudian siapa saja yang akan menganalisis data sampai menjadi data yang diyakini kebenarannya. [] - 01

 



 
KM Angin Daye

KM Angin Daye

Herman Nama Lengkapnya. Seorang Tokoh Pemuda di Kawasan Utara. Kesehariannya Bergaul dan Berdinamika Bersama Anak Rimba di Lereng Gunung Rinjani. Alamat Desa Lantan, Kec. Batuklian Utara Lombok Tengah. No HP: 081915767808.Email:herman_guntur27@yahoo.co.id

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan