logoblog

Cari

Belajar dari Luka

Belajar dari Luka

                Luka identik dengan berdarah. Bahkan, luka pun diidentikan dengan rasa sakit. Luka, ya,

Rupa-Rupa

Muhammad Madun Anwar
Oleh Muhammad Madun Anwar
09 Agustus, 2015 11:37:15
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 8160 Kali

                Luka identik dengan berdarah. Bahkan, luka pun diidentikan dengan rasa sakit. Luka, ya, luka. Apa pun itu, yang namanya luka tetap saja tidak mengenakkan. Jatuh cinta, terluka. Jatuh, terluka. Disidir orang, terluka. Jadi, versi luka menurut saya ada dua macam. Pertama, luka secara fisik. Dua, luka secara batin. Luka secara fisik, bisa berdarah. Sedangkan batin, mungkin... menangis, sesak, atau perih yang tidak terangkai kata-kata.

                Luka. Ada yang mau terluka?

                Rasanya, manusia di muka bumi ini tidak ada yang ingin luka ada pada diri mereka. Bahkan, manusia senantiasa mencoba untuk menghindarinya. Namun yang pasti, sebagimana pun cara untuk mencoba menghindarinya, luka itu akan tetap ada. Jadi, sepertinya mencegah lebih baik dari mengobati. Maksudnya?

                Jujur, saya menulis ini semua tidak mengerti juga maksud itu semua. Namun, ada hal yang pasti yang aku ingin tuangkan mengenai ‘luka’ ini, yaitu belajar darinya. Jadi, maksudnya jelas bukan?

                Mecegah, mungkin, tersurat utuk menghindarinya. Mengobati, juga tersurat, untuk mencoba move on dari itu. Tapi, bisakah? Saya peribadi juga bingung. Namun, bukankah segalanya datang dari niat yang bulat? Jadi, bila selogan mencegah lebih baik dari mengobati itu kita gunakan untuk luka, saya rasa, Andan, bisa menelaah semua itu.

 

Baca Juga :


                Sederhananya seperti ini. Jika Anda terluka dengan pisau, secara otomatis Anda akan mencoba menggunkaan pisau dengan hati-hati. Bila Anda terluka dengan satu orang, Anda akan berusaha untuk menghindari. Bahkan, Anda juga boleh memisalkan luka itu dengan cara sederhana menurut versi Anda. Oke, ada satu misal yang lebih sederhana lagi menurut saya.

                Begini. Bila ada sesorang yang melempari Anda batu, supaya Anda tidak terluka, Anda pasti akan berusaha menghindar. Saat Anda tidak kena (terluka) dengan batu tersebut, berarti Anda sudah menanamkan mawas diri terhadap diri Anda sendiri. Satu lagi, saat Anda terluka secara fisik, Anda akan lebih ulet merawat diri. Sederhana bukan?

                Jadi, banyak hal yag dipelajari dari luka. Dan intinya, mendekatkan diri dari Yang Maha Segalanya adalah penyebuh luka yang mujarap. Bukan begitu? () -05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2020 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan