logoblog

Cari

"Belembah" di Bulan Puasa

KM Sambang Kampung- Dingah terik sinar matahari sekitar pukul 10.30 Wita saya melintasi jalan raya Labuhan Lombok menuju Sambelia. Ditengah perjalanan

Rupa-Rupa

KM. Sambang Kampung
Oleh KM. Sambang Kampung
12 Juli, 2015 13:56:34
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 33830 Kali

KM Sambang Kampung- Di tengah terik sinar matahari sekitar pukul 10.30 Wita saya melintasi jalan raya Labuhan Lombok menuju Sambelia. Ditengah perjalanan tepatnya di desa Padak Guar saya melihat seseorang dengan beban yang sangat berat di pundaknya. Saya berpikir orang ini sangat luar biasa karena mengangkat beban berat di saatbulan puasa seperti ini.

Saya sangat penasaran dengan orang yang sudah tua namun mampu mengangkat beban berat dipundaknya yang dikenal dengan “Belembah”atau memikul.  Sambil berjalan tegap dengan tangan memegang “pelembah” atau alat untuk memikul yang di kenal dengan “Reregang”. Karena rasa penasaran saya pun mencoba menyapa dan mencoba mengobrol.

Akhirnya orang ini mau berhenti sambil beristirahat ditempat yang cukup teduh, kesempatan ini saya manfaatkan untuk berbincang. Kami berkenalan dan nama orang ini adalah Amaq Supi, beliau aslinya berasal dari desa Pohgading namun sudah lama merantau dan tinggal di Desa Padak Guar. Beliau sudah mempunyai anak dan cucu, usianya kini sudah 73 tahun namun tenaganya untuk mengangkat beban masih sangat kuat. Saya mencoba mengankat beban yang dipikul atau di lembah oleh Amaq Supi namun ternyata tenaga saya hanya mampu melangkah sejauh 3 meter sedangkan Amaq Supi membawa beban sejauh 1 Km.

“melembah” beban berat bagi Amaq Supi sudah biasa sejak umur 12 tahun. Sejak kecil beliau harus mencarikan ternaknya makan mau tidak mau dia harus bekerja keras untuk mendapatkan sesuap nasi. Ada dua sapi yang harus dikasi makan setiap hari sehingga Amaq Sufi harus mencari rumput dua kali sehari, yaitu pada pagi hari mulai pukul 07.00 sampai 11.00 Wita dan dari pukul 14.00 sampai 17.00 Wita.

Pada saat bulan puasa seperti ini Amaq Sufi tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Amaq Sufi sudah terbiasa kerja seperti ini meskipun bulan puasa malah menurut Amaq Sufi lebih baik dia kerja dari pada tidur dirumah, kalau pergi menyabit rumput,  waktu terasa cepat berlalu. Meskipun “belembah”beban berat Amaq Sufi tidak merasa haus maupun lapar karena kebiasaan menjalankan aktivitas seperti ini.

 

Baca Juga :


Sesampainya dirumah Amaq Sufi langsung memberi sapinya makan setelah itu dia beristirahat digubuknya yang sangat sederhana. Digubuknya ini angin terasa sangat sejuk membuat Amaq Sufi langsung tertidur lelap. Ketika terbangun Amaq Sufi menjalankan ibadah sholat Djuhur kemudian bersiap kembali untuk pergi mencari rumput.

Sambil membawa “regang” atau alat untuk memikul rumputnya dan sabitnya dia berjalan santai ditengah teriknya matahari di Desa Padak Guar. Amaq Sufi mencari rumput di tengah padang yang terletak disamping Tambak udang di dusun Kurbian. Sesampainya di lokasi mencari rumput Amaq Sufi memulai aktivitasnya dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrohim. Itulah kehidupan Masyarakat desa yang terkadang tidak tersentuh oleh para pemegang kebijakan. Perjuangan yang gigih hanya untuk sesuap nasi. (uyik)



 
KM. Sambang Kampung

KM. Sambang Kampung

Bercita-cita membangun Agro Mart HP. 081917979038 Anggota Kampng Media Sambang Kampung : 1. MASYHURI, SE.MM. 2. SALMAN ALFARISI. SE.MM. 3.ZUHROTUL AINI, AMd. KL. 4. M. HUSNUL FIKRI, ST. 5. NADIA PUJI LESTARI

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan