logoblog

Cari

Sabit Yang Terlupakan

Sabit Yang Terlupakan

Sejak timbulnya Revolusi hijau sabit sudah dilupakan oleh para petani karena sudah banyak alternatife yang digunakan untuk menghilangkan gulma yang mengagu

Rupa-Rupa

KM Pohgading Timur
Oleh KM Pohgading Timur
12 Mei, 2015 21:34:33
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 20174 Kali

Sejak timbulnya Revolusi hijau sabit sudah dilupakan oleh para petani karena sudah banyak alternatife yang digunakan untuk menghilangkan gulma yang mengagu tanaman seperti Rondap, Basmilang, dan masih banyak jenis herbisida yang lainnya. Sedangakan penggunaan herbisida ini cukuplah mengurangi kesuburan tanah sehingga para petani sering mengalami gagal panaen karna penggunaan herbisida yang kurang tepat yag dilakukan oleh para petani.

Penggunaan herbisida ataupun zat kimia lain untuk membasmi gulma di lahan pertanian harus dilakukan secara hati-hati dan bijaksana dengan memenuhi 6 (enam) tepat, yaitu: a) Tepat mutu, b) Tepat waktu, c) Tepat sasaran, d) Tepat takaran, e)  Tepat konsentrasi dan f) Tepat cara aplikasinya. Selain itu, harus pula mempertimbangkan efisiensi, efektivitas, dan aman bagi lingkungan.

Sedangkan herbisida akan berhasil dan efektif apabila digunakan dengan benar sesuai petunjuk, yaitu: 1) Merata ke seluruh areal sasaran dan 2) Takaran sesuai dengan kebutuhan per satuan luas, namun ini sering para petani tidak perhatikan karena para petani tidak pernah mendapatkan pelayanan penyuluhan pertanian dari para penyuluh-penyuluh pertanian yang ada di desa atau di kecamatan masing-masing.

Jika ini terjadi dilapangan pertanian mungkin para petani faham dengan penggunaan herbisida, pupuk dan pestisida. Selain itu produk yang dihasilkan oleh para pertain akan lebih baik dan tidak mengandung banyak bahan kimia yang berbahaya bagi para pengkonsumsi, memang bahan kimia yang masuk kedalam tubuh tidak secara langsung terkena racun namun di belakang hari sebelum kita terlalu tua kita sudah terkena penyakit ini ataupun itu.

Seandainya petani tetap menggunakan sabit untuk membersihkan lahan pertanianya dari gangguan gulma yang mengganggu tanaman di sawah pasti lahan pertanian yang tempat para petani bercocok tanam akan semakin subur dan menghasilkan bahan pangan yang sesuai dengan konsep halalan thoyyiban yang di perintahkan oleh Allah S.W.T dalam 14 abad yang lalu.

 

Baca Juga :


Dengan melihat kenyatan yang ada di para peani di dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur saya merasa kasian sekali dengan hasil yang di peroleh tidak seperti dulu lagi, sekarang para petani mendapatkan hasil pertanian jika para petani memiliki uang yang banyak untuk membaeli pestisida, herbisida, fungisida dan inseksida untuk merawat tanaman yang mereka tanam. Saya sangat berharap semoga tulusan ini di baca para PPL yang selalu memberi masyarakat pemahaman yang lebih dalam mengelola lahan pertanian yang mereka miliki. [] - 01

By: Badri_asa



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan