logoblog

Cari

Swasembada Pangan, Petani Menjerit?

Swasembada Pangan, Petani Menjerit?

KM Sambang Kampung- Nasib baik mungkin belum berpihak kepada petani, bagaimana tidak rencana pemerintah untuk mencapai mencapai swasembada pangan harus ditanggung

Rupa-Rupa

KM. Sambang Kampung
Oleh KM. Sambang Kampung
09 Februari, 2015 23:32:46
Rupa-Rupa
Komentar: 1
Dibaca: 12096 Kali

KM Sambang Kampung- Nasib baik mungkin belum berpihak kepada petani, bagaimana tidak rencana pemerintah untuk mencapai swasembada pangan harus ditanggung dengan jeritan para petani.  Usaha melibatkan TNI untuk membina petanipun sepertinya tidak terlalu berpengaruh terhadap keberadaan pupuk yang sangat di nantikan oleh petani. Pembinaan secara tehnis mungkin sudah maksimal dilaksanakan pada saat penanaman padi.

Setelah umur padi dua atau tiga minggu, petani sangat membutuhkan pupuk untuk memupuk tanaman padinya. Pada saat dibutuhkan oleh petani,  ternyata pupuk urea hilang bagaikan ditelan bumi, di toko pupuk tidak ada tersedia. Petanipun harus mencari kesana kemari namun hasilnyapun nihil. Petani sangat merasakan dampak dari keterbatasan pupuk ini.

Menurut salah seorang petani M. Kosim mengatakan bahwa program pemerintah untuk mencapai swasembada pangan mungkin bisa tercapai namun biaya yang dikeluarkan petani sudah sangat besar sehingga keuntungan yang diperoleh petani dari hasil panen sangat kecil. Bimbingan tehnis dari TNI memang sangat bermanfaat namun jika tidak didukung dengan keberadaan pupuk maka hasilnyapun kurang maksimal.

Petani yang berada di Desa Teros mengeluhkan sulitnya memperoleh pupuk. Para pedagang pupukpun terkadang menjual dengan harga yang sangat mahal. Jika harga normal pupuk harganya Rp 210.000 namun karena sulitnya memperoleh pupuk petani rela membeli dengan harga Rp 300.000 bahkan sampai Rp 400.000.

 

Baca Juga :


Swasembada pangan yang didengungkan oleh pemerintah semestinya diiringi dengan ketersediaan pupuk. Seolah-olah kelangkaan pupuk menjadi tradisi setiap tahun yang dirasakan oleh petani.pemerintah harus peka dengan kondisi seperti ini sehingga jangan sampai saudagar pupuk dan para tengkulak yang diuntungkan dari keaadaan seperti ini. Petani sangat berharap pengawasan dan perhatian pemerintah terhadap petani yang selalu mengalami kesulitan seperti ini. Semoga dengan adanya target swasembada pangan ini petani tidak menjerit lagi. (Uyik) - 05



 

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. Muhammad Syairi

    Muhammad Syairi

    10 Februari, 2015

    Kelangkaan pupuk hampir merata terjadi di Pulau Lombok, terutama pada saat petani membutuhkannya. Dan seandainya ada, harganya melangit membuat para petani kita menjerit.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan