Cari

Tutup Iklan

Mikro Organisme Lokal

Mikro Organisme Lokal

Mendengar nama MOL pasti anda berfikir pergi soping, namun Mol yang satu ini adalah mikro Organisme Lokal (MOL) yang dimanfaatkan untuk

Rupa-Rupa

Mikro Organisme Lokal

Mikro Organisme Lokal

KM Pohgading Timur
Oleh KM Pohgading Timur
29 Desember, 2014 15:52:01
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 15472 Kali

Mendengar nama MOL pasti anda berfikir pergi soping, namun Mol yang satu ini adalah mikro Organisme Lokal (MOL) yang dimanfaatkan untuk pengomposan bahan-bahan yang sudah tidak dimanfaatkan oleh manusia. Seperti buah-buahan yang busuk, sisa-sisa dapur bahakan limbah dari industri dan lain-lain. Agar semua sisa-sisa itu bisa bermanfaat kita bisa mengolahnya menjadi mol contonya seperti buah-buahan yang busuk.

Buah-buahan busuk yang sudah tidak bisa dimakan lagi namun bisa dimanfaatkan untuk sebagai MOL. MOL yang dibuat dari buah-buahan busuk ini bisa digunakan untuk pengomposan maupun untuk disemprotkan ke tanaman. Cara pembuatannya sangat mudah dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar kita.

Bahan-bahan:

  1. Buah-buahan yang sudah busuk. Bisa buah apa saja: papaya, pisang, mangga, apel, salak, dll. Sebanyak 5 Kg
  2. Air kelapa 10 butir
  3. Gula merah 1 Kg

Cara pembuatan:

  1. Limbah buah-buahan dihaluskan. Bisa dengan cara ditumbuk atau diparut
  2. Masukkan ke dalam tempat (drum) atau Ember yang memiliki penutup
  3. Tambahkan air kelapa
  4. Tambahkan gula
  5. Semua bahan diaduk sampai tercanpur merata
  6. Tutup drum atau ember dengan penutup. Beri lubang untuk aerasi. Lubang aerasi ini bisa menggunakan selang agar tidak dimasuki oleh lalat atau serangga lain
  7. Semua bahan kemudian difermentasi selama 2 minggu sebelum digunakan

Penggunaan :

MOL ini bisa digunakan untuk pengomposan maupun untuk penyemprotan ke tanaman.

Baca Juga :


Untuk pengomposan: encerkan larutan fermentasi sebanyak 5 kali, kemudian disemprotkan ke vahan-bahan yang akan dikomposkan.

Untuk penyemprotan tanaman: Penyemprotan dilakuakn pada pagi atau sore hari ke permukaan daun. Penyemprotan dilakukan berselang 2 minggu.

Semoga bermanfaat bagi para pembaca dan warga Kampung Media. () -01

By:Badri_ASA



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan