logoblog

Cari

Tutup Iklan

Sisi Lain Penetapan Tersangka Zaini Arony

Sisi Lain Penetapan Tersangka Zaini Arony

Sisi Lain Penetapan Tersangka Lobar 1 Ditetapkannya Bupati Lombok Barat Zaini Arony sebagai tersangka olek Komisi Pemberantas Korupsi pada juma’at malam 12

Rupa-Rupa

Abdul Satar
Oleh Abdul Satar
16 Desember, 2014 17:28:46
Rupa-Rupa
Komentar: 1
Dibaca: 7263 Kali

Sisi Lain Penetapan Tersangka Lobar 1

Ditetapkannya Bupati Lombok Barat Zaini Arony sebagai tersangka olek Komisi Pemberantas Korupsi pada juma’at malam 12 Desember 2014 yang diumumkan oleh juru bicara KPK Johan Budi yang wajahnya mungkin tidak asing lagi bagi seluruh rakyat indonesia karena sering muncul di TV sangat mengejutkan banyak pihak, bukan hanya masyarakat Lombok Barat saja namun masyarakat NTB pun dibikin tercengang.

Muncul berbagai pendapat, pandangan, komentar, persepsi serta kata-kata lain yang mempunyai padanan yang semakna dari yang tersebut diatas, baik di dunia nyata maupun di dunia maya khususnya di media sosial seperti Fecebook, twitter dan lainnya.

Bukan hanya orang-orang yang memang pakar atau menpakarkan dirinya dan sudah terbiasa tampil diberbagai media baik cetak maupun visual seakan berlomba mengemukakan pendapat dan pandangan tentang masalah ini, begitu juga pak petani yang terbiasa mencangkul disawah dan ibu-ibu yang terbiasa duduk diteras rumah sambil mencari kutu tidak mau ketinggalan mengemukakan persepsi mereka tentunya dengan gaya mengosip ksha ibu-ibu.

Seakan tidak mau kalah tenar dengan yang lain para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh politikpun  paling setia ikut ambil bagian menyampaikan suara mereka, yang paling menggelitik ternyata anak SD pun ikut-ikutan berkomentar seakan mereka sangat paham tentang sesuatu yang sebenarnya belum layak mereka perbincangkan, sungguh dampak media sangat luar biasa, bisa membentuk pola pikir dan menggiring opini publik terhadap sebuah masalah.

Dalam tulisan ini tidak akan mengupas tuntas sisi hukum dari penetapan Zaini Arony sebagai tersangka oleh komisi anti rasuah karena penulis menyadari tidak punya kemampuan untuk melakukan hal itu, justru dalam lanjutan catatan ini penulis akan menampilkan komentar masyarakat dari berbagai kalangan, tingkat sosial, pendidikan dan bahkan menurut kadar kepentingan masing-masing dari mereka yang memberikan komentar.

Menurut Ahmad Zaini 33 tahun warga Bile Kedit Gerung yang berprofesi sebagai guru honorer menceritakan tentang percakapan anak muridnya, “tau ndak pak bupati sekarang tersangka” kata Gunawan sambil menunjuk puncak Giri Menang Square yang berwarna putih dan mirip Kubah Masjid terlihat megah dari tempat sekolah mereka, dan dengan spontan langsung dibenarkan oleh teman disampingbya dengan mengatakan “pantes bapakku tadi malam bilang begitu”.

Sementara dari kalangan dewasa, bapak-bapak dan ibu-ibu dari berbagai profesi menjadikan masalah ini sebagai topik utama setiap diskusi diwarung kopi dan pos ronda, ada yang mencaci karena ketidak senangannya, ada yang hanya berkomentar datar saja dan tidak sedikit pula menyayangkan hal ini kenapa sampai bisa terjadi.

Komentar pedas sambil memaki terdengar dari orang yang dari awal tidak senang dengan kepeminpinan Zaini Arony karena mungkin bagian dari lawan politiknya, sehingga sering terdengar ucapan “tutuk penggantusne kane jak” sebuah ungkapan dalam bahasa Sasak yang bermakna tamatlah riwayatnya.

Ada lagi komentar dalam bahasa Sasak yang sering terdengar “ye wah upak dengan ndekne tao bales budi”, ungkapan seperti ini keluar dari pendukung beliau sendiri dan mereka dulu berjuang sampai berdarah-darah saat Pemilukada hingga merasa tertipu dan dibohongi karena kepentingan mereka tidak bisa diakomodir.

Berbeda bagi para pendukung setia yang selalu berkomentar laksana orang bijak meski sebenarnya kesehariannya tidak pernah terlihat kebijakan pada diri mereka, “ini merupakan sebuah musibah bagi pemimpin kita, sebaiknya kita doakan saja semoga pak Zaini berserta keluarga tetap tabah menghadapinya”, atau dengan kata-kata lain yang substansinya sedikit membela “ini tidak murni masalah hukum tapi inikan konspirasi politik yang ingin menjatuhkan beliau dari jabatannya”.

Bukan hanya dilorong dan gang-gang sempit diskusi seperti itu terjadi namun didunia maya khususnya sosial media seperti Facebookpun ramai diperdebatkan, dalam hitungan detik setelah resmi diumumkan KPK, satu persatu status Fecebooker bertemakan penetapan tersangka Bupati Lobar mulai bermunculan dan mempunyai tren komentar yang ramai dalan jalinan pertemanan mereka.

Sebut saja salah satu contoh status Musleh Bajur pada tanggal 12 Desember 2014 jam 21.18 salah seorang  Facebooker yang satusnya sengaja dikutip lengkap dengan foto dan komentar teman-temannya. · 
Musleh Bajur

12 Desember pukul 21:18 · 

Kaifa ra'yukum ayyuhal ikhwan? sambil menposting foto juru bicara KPK Johan Budi Saat mengumumkan di hal tersebut digedung KPK dan diliput semua televisi Nasional

Anda, Arbai NoorAyoeq RahayuIbnu Zubaid, dan 7 orang lainnya menyukai ini.

Abdul Satar yoh...yoh.. makat ngeni jarine?

12 Desember pukul 22:43 · Suka

Yusuf Mbuming Kualat ruem bupati pak..mdh2n bsa segera dmsukkan..hegeh

13 Desember pukul 5:50 · Suka

Supratman Man Ye wah upak dengan sok ustaz
Preman malak 10000 ye malak 2M..Hebat

13 Desember pukul 7:03 · Suka

Habib Ammar tv one salah info yang jadi tersangka bukan mantan tetapi bupati lombok barat yang sekarang

 

Baca Juga :


13 Desember pukul 8:37 · Suka

Abdul Satar kemosss.. amir hahahaha

13 Desember pukul 8:39 · Suka

Habib Ammar pokone dengan sak tulah manoh lek dengan alim

13 Desember pukul 8:41 · Suka

Gantoz Abie Balasan karna dia telah berani menghianati Darul Falah...! dan hanya ada satu kata utk pak Bup, tutuk elakne.

13 Desember pukul 14:47 · Suka

Musleh Bajur Sabar semeton, lihat guru kita, beliau tenang tidk berkomentar apa2

13 Desember pukul 14:52 · Suka

Iskandar Junaidi Yang berbuat pasti mendapatkan apa yang telah diperbuatnya

13 Desember pukul 17:20 · Suka

Epa Alfira Pejabat apa penjahat ya??????? Tau ah bingung jg beda tipis, lombok barat bangkrut bukan bangkit, ya bgtulah hbs jd pejabat pke nafsu sih perasaan dong pak, he.he numpang lewat.

13 Desember pukul 17:40 · Suka

Herman Merci Dogel Naas...

14 Desember pukul 4:24 · Suka

Habib Ammar jika korupsi dikalangan pejabat itu dianggap hal biasa itu lumrah, tetapi jika seorang pemimpin itu melakukan pemerasan dengan memanfaatkan jabatannya maka peminpin itu punya mental PEERAAMPOOOK, maka ini jd bahan koreksi agar tidak ada dikalangan kita yg seperti itu, jadi sebentar lagi ZAINI akan bersenang senang dihotel prodeo gratis......bahkan jika kasus yg lain terungkap bisa deet dipenjara spt pendahulunYA..selamat boooss

14 Desember pukul 6:27 · Suka

Char Dien Habib Ammar coment sd marak uah tyg dengah lek ble pak. Ridwan hdyt pas puase nke... he.he.. mule ndk narak nyempeleh

Apapun komentar yang disampaikan masyarakat itu merupakan hak mereka asalkan tidak keluar dari etika yang ada, terlihat dari beberapa komentar ada yang pro dan kontra saling bersahutan dan memang  ini adalah salah satu memont tempat masyarakat mengeluarkan unek-unek dan isi hati mereka, kita tunggu saja apa kelanjutan dari kisah ini, bersabar sambil menunggu di Ujung Landasan hehe. (Abdul Satar) - 05

 



 

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM. Lingsar

    KM. Lingsar

    17 Desember, 2014

    perang komentar sudah biasa kita lihat di media sosial seperti Facebook tapi koq, sedikit aneh tidak ada komentar yang pro zaini, mungkinkah semua yang sudah diungkapkan oleh masyarakat tentang sosok tersangka ada benarnya? (suara golkar suara rakyat)


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan