logoblog

Cari

Tutup Iklan

Merokok Membunuhmu

Merokok Membunuhmu

“ Merokok dapat menyebabkan serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin.” Tulisan ini tentu sangat familier di mata dan pada

Rupa-Rupa

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
12 Desember, 2014 18:23:17
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 31507 Kali

“ Merokok dapat menyebabkan serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin.” Tulisan ini tentu sangat familier di mata dan pada telinga anda. Hampir setiap kemasan rokok dalam berbagai merek, tulisan ini selalu nampang. Jangankan pada orang dewasa, anak kecil saja pun tahu peringatan tentang bahaya merokok yang tertera pada kemasan rokok. Tapi apakah semua orang tahu tentang makna tulisan itu?

                Bagi masyarakat yang melek huruf, tentu paham makna dari tulisan yang bertujuan untuk menyadarkan bagi kita semua kalau rokok itu memiliki efek yang berbahaya pada kesehatan. Dari zaman dulu sampai zaman sekarang bahaya rokok terhadap kesehatan marak dibicarakan orang, bahkan dokter pun tak henti-hentinya memberikan saran kepada pasien yang menderita penyakit karena rokok, yaitu agar meninggalkan kebiasaan buruk yang berbahaya itu. Namun kebanyakan masyarakat tetap menerima keberadaan rokok sebagai teman setia.

                 Dari pihak pemerintah tentu memahami sikap masyarakat terhadap tulisan tentang peringatan bahaya merokok yang tertera pada kemasan rokok dalam berbagai merek kalau itu hanya dianggap sebagai tulisan belaka yang tidak tidak memiliki pengaruh. Pemerintah dalam hal ini melakukan pengembangan ide tentang peringatan bahaya merokok dengan membuat tulisan baru pada kemasan rokok “merokok membunuhmu” dan disertai gambar-gambar penyakit menakutkan yang diakibatkan oleh zat nikotin pada rokok itu. Melihat tulisan ini, tentu memiliki daya hipnotis yang kuat dibanding tulisan sebelumnya. Saya yakin bahwa semua orang pasti ingin hidup lebih lama. Nah, ketika membaca tulisan “merokok membunuhmu” pasti ada rasa takut kan. Apalagi anda memperhatikan gambar leher berlubang, gambar jantung dan hati yang kayak meonster, yang kesemuanya diakibatkan oleh asap rokok.  

                Tulisan yang tertera pada kemasan rokok “merokok membunuhmu” yang disertai dengan berbagai gambar penyakit yang ekstrim, secara spontanitas dapat memberi pengaruh pada emosi kita, sehingga seolah-olah kita tidak ingin merokok dan atau tidak ingin merokok lagi bagi kalangan perokok. Namun itu, kondisi emosi yang dipengaruhi oleh tulisan gambar tersebut hanya berlangsung sesaat, yang tak lama kemudian mengabaikan makna dari peringatan pemerintah tentang bahaya rokok. Seorang teman memperlihatkan tulisan dan gambar menyeramkan itu pada teman lain, memang ada reaksi , tapi tak lama kemudian tetap mengeluarkan sebatang rokok dari bungkusan rokok Dunhil dari saku celananya, yang lalu kemudian dibakar dan memperlihatkan adegang kenikmatan pada pada sebatang rokok.

                Suatau anggapan dari salah seorang perokok “orang-orang tua dulu kita juga merokok, toh buktinya sekarang masih hidup”. Yang satunya lagi mengatakan “tanpa sebatang rokok saya tak bisa berpikir.” Yang lainnya lagi mengatakan “ajal itu ditentukan oleh Tuhan, walaupun gak merokok kalau emang mau mati ya mati. Lagian saya udah lama merokok tetap sehat-sehat aja.”

Beberapa pendapat di atas kalau rokok itu masih tetap eksis pada kalangan masyarakat, dan walaupun ada berberapa ide dari pemerintah untuk memberikan peringatan tentang bahaya rokok pada kesehatan, masyarakat tetap akan mengkomsussminya, apalagi tat kala pada pecandu rokok telah menemukan kenikmatan tersendiri pada rokok tersebut.

Menanggapi tulisan-tulisan peringatan tentang bahaya merokok pada kesehatan, saya mencaoba melakukan wawancara pada sejumlah sales rokok yang kebetulan tinggal bersama dengan saya di sebuah penginapan yang ada di welayah Selong. Suatu pertanyyaa dasar yang saya berikan bahwa bagaimana pengaruh peringatan tentang bahaya merokok yang ada di kemasan rokok dengan kuntitas pelanggang anda. Jawaaban mereka seragam. Mereka menjawab bahwa walaupun ada tulisan dan gambar peringan yang kami edarkan melalui spanduk, stiker dan yang ada dalam kemasan rokok itu, sama sekali tidak berpengaruh. Bahkan “outlet” atau langganan pembeli tetap memilki permintaan yang lebih dari biasanya.  Untuk membenarkan jawaban ini, saya mendatangi beberapa tempat penjualan rokok dengan menyodorkan pertanyaan serupa yang saya berikan pada sales-sales tadi. Jawabannya pun sama. Mereka mengatakan “Ah itu gak pengaruh. Biar ada tulisan kalau orangnya memang suka merokok tetap datang aja beli di sini.”

                Saya hanya bisa menyimpulkan bahwa tatkala orang sudah jatuh cinta pada sesuatu, entah itu pada benda, hobi, atau pada manusia sangat sulit untuk melupaknnya. Tatkala sebatang rokok menjadi teman setia, ada kesulitan untuk meninggalkannya. Setinggi apapun ide-ide dari seseorang atau dari pemerintah memberikan peringatan kepada pencandu rokok agar meninggalkan kebiasaannya, sangat sulit terlupakan selagi barang itu masih eksis dan masih diperbolehkan.

 

Baca Juga :


                Untuk lebih jelasnya, saya hanya ingin menyampaikan bebrapa catatan dalam pikiran saya tentang keberadaan rokok yang masih tetap laris di kalangan masyarakat. Saya akan mencoba membuka catatan saya tentang pengaruh rokok pada dua alam. Alam yang satu adalah alam fisik, dan alam satunya adalah adalah psikis.

                Sebagaimana kita ketahui bahawa rokok itu adalah sebuah gulungan kertas yang didalamnya terisi racikan tembakau dengan zat-zat lainnya. Di dalam racikan itu terdapat zat nikotin dengan kadar tertentu yang dapat mebahayakan kondidi fisik manusia. Sebut sja serangan jantung, penyakit kangker, bahkan dapat mengganggu kehamilan dan janin  pada manusia, yang merupakan efek dari isapan rokok tersebut.

                Berbicara alam psikis, yaitu berkaitan dengan pikiran, jiwa yang terkait dengan perasaan. Seorang yang sudah menjadi kebiasaan mengisap rokok pada tiapa harinya, bahkan tiap detikanya akan merasa kehilangan atau ada sesuatu keanehan pada dirinya. Tatkala bertemu dengan sebatang rokok, Ia pun membakarnya dan diisapnya, dan merasa berada pada alam yang tenang dan nyaman. Terkakadang ditemukan seorang pecandu rokok, ia baru bias beraktifitas kalau dtemani dengan sebatang rokok.

Dari kalangan berpendidikan pun, mereka akan lebih leluasa berpikir ketika ada asap yang bereaksi dari tenggorakan dan keluar melalui hidung. Beberapa anak muda yang dilanda kesepian, mereka dapat mengusir perasaan sepi dengan sebatang rokok yang melekat pada ke dua bibirnya. Sejumlah problem yang membelenggu pada diri seseorang, sebatang rokok pun dapat mengambil peran untuk memberikan kestabilan emosi. Intinya bahwa, secara fisik rokok itu berbahaya, namun tidak jarangpun orang yang mengambil nilai posirtip pada asap rokok tersebut.

                Dari alam fisik dan alam psikis, saya mencoba masuk pada alam sosial. Kapan dan dimanapun sebatang rokok banyak berarksi di dalam dunia pergaulan. Segerombol anak muda yang duduk berkumpul di taman pada malam harinya, sebatang rokok turut ambil peran sebagai saksi peragaulan. Bahkan di kampus, di kantor-kantor, di atas kendaraan, sampai pada kalangan petani dan nelayan, rokok menjadi warna pada kehidupan mereka. Namun yang terpenting pembicaraan ini adalah bahwa rokok dapat berperan sebagai alat pergaulan, bahkan sebagai alat pemersatu bada kelompok masyarakatkat. Untuk berkenalanpun  dengan seseorang, rokokpun dapat menjadi media atau pemicu, sehingga terjadi keakraban dengan orang-oranga lain. Bukankah satu profesi, satu aliran, atau atau satu hobi dan satu kebiasaan dapat mempererat hubungan orang  dengan orang lain. Inilah keandilah sebatang rokok yang yang ikhlas untuk menjembatani orang-orang , sehingga tercipta rasa persaudaraan yang kuat.

                Kalau alam fisik berseberangan dengan alam psikis dan alam sosial, sekarang saya hadirkan satu titik yang mendukung alam fisik tersebut. Satu titik itu adalah adalah sisi keagamanan. Saya merujuk pada sebuah kalimat dari DR. Ibrahim Elfikar dalam bukunya yang berjudul “ Terapi Berpikir Positip” , dengan mengatakan bahwa dalam agama Islam khususnya, bahwa segala sesuatu yang dapat merugikan diri, termasuk kesehatan itu adalah sesuatu yang haram. Rokok itu dianggap dapat merugikan kesehatan, hingga dalam hal ini, rokok itu adalah barang yang tidak diperbolehkan. Terkait dengan ini sayapun juga melihat b



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan