logoblog

Cari

Pesona Batu Kampung Merambah Pasar

Pesona Batu Kampung Merambah Pasar

Rampak Nulang;           Belakangan ini disebagian kalangan masyarakat Sumbawa sedang marak suatu fenomena  yang terbilang unik dan bercita rasa

Rupa-Rupa

KM. Rampak Nulang
Oleh KM. Rampak Nulang
22 Oktober, 2014 13:34:19
Rupa-Rupa
Komentar: 8
Dibaca: 26833 Kali

 Belakangan ini disebagian kalangan masyarakat Sumbawa sedang marak suatu fenomena  yang terbilang unik dan bercita rasa seni. Tak lain tak bukan adalah mencari atau mengoleksi batu cincin. Hampir disetiap pelosok, dari kota sampai kampung, peminat batu cincin dengan mudah dapat kita jumpai. Hobi baru ini mulai marak beberapa bulan terakhir.

Adalah Syaeful salah satu dari sekian warga Desa Semamung sebagai penikmat, penjual sekaligus perajin batu seni, saban hari ia selalu belusukan ke berbagai tempat untuk menyalurkan hobi barunya ini. Berbagai macam dan rupa batu sudah ia koleksi yang didapatkan dari berbagai tempat. Hampir seluruh tempat yang dianggap memiliki kandungan batu yang berkualitas sudah ia datangi termasuk di Kecamatan Lunyuk yang dianggap memiliki  potensi batu yang sangat berkualitas dan sudah dikenal hingga keluar daerah  dengan sebutan Balun atau Batu Lunyuk.

Selain menyalurkan hobi dan untuk koleksi pribadi Syaeful juga mendapat pemasukan dari usaha barunya ini. Tak sedikit rekan atau sesama  pencinta batu datang membeli koleksinya. Ia mengaku mendapat keuntungan yang lumayan. Harga yang dibanderol bervariasi,. tergantung jenis dan kualitas batu. “ Kalau batunya bagus, yaa harganya juga tinggi tapi ini kadang tergantung selera pembelinya juga” ujarnya. Sebongkah batu yang belum dibentuk ia jual sekitar 50 ribu rupiah. Untuk satu mata cincin yang sudah dipoles dipasang harga sekitar 100 hingga 500 ribu rupiah.

Bagi pelanggan yang ingin memoles batunya ia kenakan tarip Rp.15000 perbiji. Batu yang sudah dibentuk nantinya diikat dengan gagang cincin. Boleh dipilih sesuai selera. Modelnya pun bermacam-macam dari berbagai bahan  stainless, tembaga,perak, kuningan maupun emas. Dari usaha pemolesan saja ia mendapatkan pemasukan sekitar 150 ribu rupiah perhari. 

 

 

Baca Juga :


BALUN (BATU LUNYUK)

Saat ini dikecamatan Lunyuk sedang marak pencarian batu mulia sejenis batu Bacan untuk batu perhiasan yang dipasangkan sebagai mata cincin ataupun untuk aksesoris lainnya. Tak hanya masyarakat sekitar Lunyuk dan Sumbawa saja yang mencoba mengais rezeki di Mune (Lunyuk) lokasi pencarian batu mulia yang dianggap memiliki kualitas batu sangat bagus namun telah menarik pencinta dan pebisnis batu cincin dari berbagai daerah termasuk dari Jawa, Bali hingga Sumatera. Peluang ini  dimanfaatkan sebagai  lahan bisnis baru bagi masyarakat sekitar. Hampir disetiap rumah kita menjumpai perajin pemolesan batu cincin. Selain menjual batu mentah yang belum diolah, peminat juga dapat membeli dalam bentuk sebuah mata cincin ataupun yang sudah diikat menyatu dengan cincinnya. Harga yang ditawarkan cukup beragam dari harga lima ribuan rupiah hingga puluhan juta rupiah tergantung kualitas, keunikan dan selera pembeli. Perkilo batu Balun bisa laku  hingga puluhan juta rupiah!

Bagi pencinta batu mulia, batu cincin ini bukan sekedar untuk koleksi dan hobi semata. Sebagian orang percaya bahwa batu jenis tertentu memiliki daya magis tersendiri. Konon jika pemiliknya menggunakan batu yang dipercaya mengandung daya magis maka ia akan merasa terpandang, berwibawa dan memudahkan dalam berbagai segala urusan. Ada pula yang menggunakan cincin batu mulia untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Diantara batu mulia yang dipercaya memiliki kekuatan magis.  

Maraknya usaha pencarian Balun ini harus disyukuri dan disikapi dengan bijak. Seyogianya masyarakat untuk tidak mengekploitasi alam secara berlebihan. Semoga! [] - 01



 
KM. Rampak Nulang

KM. Rampak Nulang

KM Rampak Nulang didirikan tanggal 2 Nopember 2011. Mengusung semangat "menyampaikan informasi secara ringan, inspiratif dan edukatif. Email: goranspatisamba@gmail.com

Artikel Terkait

8 KOMENTAR

  1. KM. Serambi Brangrea

    KM. Serambi Brangrea

    24 Oktober, 2014

    hampir serupa dengan batu bacan,,,tp dari segi harga mudah2an balun bisa mengimbangi batu bacan. lumayan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat yang selama ini hanya terfokus pada pencarian batu emas.


    1. KM. Rampak Nulang

      KM. Rampak Nulang

      26 Oktober, 2014

      Walaupun belum sepopuler Batu Bacan pencinta Balun semakin bertambah banyak. kualitas yang bagus kisaran harga Balun mencapai 30 juta rupiah lebih


  2. KM. Mesra Seteluk

    KM. Mesra Seteluk

    24 Oktober, 2014

    syukurlah, akhirnya hobi nyari batu emas udah berakhir, jadi lingkungan aman dari pencemaran air raksa...


    1. KM. Rampak Nulang

      KM. Rampak Nulang

      26 Oktober, 2014

      Aamiin... Fenomena batu akik paling tidak telah menjadi alternatif pemberdayaan kekayaan alam dan lingkungan kearah yang lebih bersahabat tanpa menggunakan bahan kimia walaupun begitu menjaaga ekosistem dan lingkungan tetap hal yang harus utama diperhatikan.


  3. KM Kaula

    KM Kaula

    24 Oktober, 2014

    jangan sampai demi menyalurkan hobi dan urusan ekonomi konservasi di lupakan, artinya carilah batu dan tambanglah tapi jangan sampai merusak keseimbangan alam.


    1. KM. Rampak Nulang

      KM. Rampak Nulang

      29 Januari, 2015

      Terima kasih rekan KM Melbao. Randal Patisamba


    2. Ahyar ros

      Ahyar ros

      27 November, 2014

      Selamat ya teman-teman KM. Rampak Nulang atas penghargaannya. selamat.... Kalau boleh atau siapa nama admin KM. Rampak Nulang?


    3. KM. Rampak Nulang

      KM. Rampak Nulang

      26 Oktober, 2014

      Benar sekali rekan Kaula, keseimbangan alam adalah sebuah harga mati TITIK :) * Buat rekanrekan kampung, terima kasih banyak atas komentarnya.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan