logoblog

Cari

Tutup Iklan

Mengenal lebih dekat, Sosok Abu Macel

Mengenal lebih dekat, Sosok Abu Macel

Bercanda ria sambil bertukar informasi dan membuka wawasan melalui  gurauan-gurauan sang Abu Macel memang selalu mengasyikkan, terbukti dari kegiatan yang di

Rupa-Rupa

KM Kaula
Oleh KM Kaula
21 Juli, 2014 10:15:09
Rupa-Rupa
Komentar: 2
Dibaca: 6443 Kali

Bercanda ria sambil bertukar informasi dan membuka wawasan melalui gurauan-gurauan sang Abu Macel memang selalu mengasyikkan, terbukti dari kegiatan yang di mulai sejak selesai taraweh di secretariat Kampung Media Kaula pada malam minggu kemarin berlangsung hingga lebih kurang jam tiga malam, mendekati waktu makan sahur.

Kegiatan yang saya inisiasi ini bertujuan untuk bersilaturrahmi, disamping juga untuk mengenal sosok Abu Macel lebih dekat. Karena saya sendiri belum begitu mengenal orang yang selama ini telah banyak memberikan inspirasi, motivasi bahkan berbagai pengetahuan baik melalui tulisan-tulisan beliau maupun lewat telpon, sehingga sangat naif rasanya kalau kemudian saya sendiri sering cerita tentang beliau dan sebagian kiprah beliau di kampung media kepada teman-teman.

Begitu juga dengan teman-teman yang sering saya ceritakan tentang kehebatan-kehebatan beliau, apa lagi kalau teman-teman yang sering mengikuti kegiatan perkawinan yang secara kebetulan saya dipercayakan menyampaikan kata-kata nasehat, maka sudah barang tentu saya akan banyak bercerita tentang bagaimana hakekat perkawinan dengan tanpa lupa menyebut sumber rujukannya yaitu Abu macel. Semua itu membuat animo teman-teman untuk mengenal lebih dekat sosok Abu Macel semakin kuat.

Berangkat dari semua itu, maka saya memberanikan diri untuk menelpon beliau sekaligus menyampaikan maksud hajatan hati untuk mengundang beliau silaturrahmi ke Desa Wisata Masmas. Jawaban yang saya terima telah menambah alasan saya untuk semakin mengagumi beliau, karena tanpa basa basi beliau langsung mengiakan. Padahal saya bilang pesertanya paling lima atau enam orang, tidak ada snack, tidak ada nasi apalagi transport.

Tepat setelah selesai tarawih seperti kesepakatan awal, sebuah mobil sedan klasik (saya tidak tau nama mobil tersebut) tiba di depan secretariat kampung media yang secara kebetulan sudah dipenuhi oleh teman-teman yang akan mengikuti diskusi tersebut. Diskusipun di mulai tanpa ada judul dan tema yang jelas, semua hal dibahas mulai dari kelebihan bulan puasa, kelebihan solat taraweh sampai kepada bagaimana kiat-kiat untuk membina ruma tangga yang harmonis sekaligus upaya-upaya untuk mendapat rizki dengan cara yang lebih gampang.

Sudah barang tentu point-point yang didiskusikan disampaikan dengan gaya humor beliau yang khas dan mencoba menterjemahkan dengan konteks kekinian sehingga sangat gampang diterima oleh kami-kami yang kemungkinan Pentium kami sedikit dibawah Pentium saudara-saudara kita yang di kota.

Walhasil dari sekian hal yang sudah dibahas, ternyata yang paling menarik dan mendapat respon dari seluruh peserta yang rata-rata masih muda tapi sudah kawin dan baru punya anak satu sampai dua orang kecuali saya sendiri yang sudah tiga orang, adalah soal kiat untuk mempermudah rizki sekaligus sebagai upaya membina rumah tangga yang rukun. Beliau memaparkan bahwa ada 4 hal yang harus kita jaga jangan sampai tercemar yaitu :

Jangan biarkan suasana tidak nyaman atau dengan kata lain jangan sampai marah ketika

 

Baca Juga :


  1. Suami atau istri keluar rumah untuk mencari nafkah

Lepaslah setiap keluarga yang akan keluar rumah dengan doa, dengan senyuman, bila perlu dengan dekapan mesra termasuk juga ketika anak-anak akan pergi sekolah.

  1. Suami atau istri pulang dari mencari nafkah

Sambutlah setiap anggota keluarga yang sudah kembali kerumah dengan senyuman, persiapkan segala kebutuhan yang biasa dibutuhkan oleh orang yang baru kecapek-an seperti air minum dan lain sebagainya, jangan pernah jejali dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak penting sebelum di berikan kesempatan istrahat dulu.

  1. Suami atau istri mau tidur.

Bina terus komunikasi yang harmonis ketika anggota keluarga akan tidur, jangan sampai salah seorang diantaranya ada yang marah, kesal, kecewa dan lain sebagainya. Karena tidak ada siapa yang bisa jamin bahwa kita akan bisa bangun lagi, bagaimana kalau itu menjadi tidur kita untuk selamanya?.

  1. Suami atau istri sedang makan.

Bina terus perasaan senang diantara satu dan lainnya, misalnya dengan menyanjung rasa masakan atau mensyukuri nikmatnya makanan yang ada, bagaimana dengan orang yang kadang untuk makan saja belum tentu ada, dengan demikian kesyukuran akan terus bertambah.

Itulah satu diantara sekian hal yang bisa diambil sebagai pelajaran pada diskusi malam itu. Yang pasti semua peserta sepertinya terbawa hanyut oleh materi diskusi yang disampaikan dengan penuh humor, sehingga tidak jarang gelak tawa terdengar renyah di mulut para peserta yang hadir yang tidak kurang dari dua puluhan orang  pada malam penuh berkah itu, sampai tidak terasa jarum jam telah menunjukkan pukul dua lebih dini hari. [] - 05



 
KM Kaula

KM Kaula

Habiburrahman, Koordinator Kampung Media Kaula E-mail habib_kemus@yahoo.com, Alamat Desa Mas-mas Kec. Batukliang Utara Kab. Lombok Tengah. FB. habib kemus.

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. km majanubil ilmi

    km majanubil ilmi

    21 Juli, 2014

    trimakasih juga pak haji, saya juga bisa kenal dengan sang Abu macel karena KM kaula. kapan lagi kita bisa diskusi di Raja Kubilaikan?.


  • Abu Macel

    Abu Macel

    21 Juli, 2014

    Abu Macel hanya mengenal kata CUKUP... Karena Abu Macel tak mencari uang dan tak memburu harta, tapi apa yang diinginkan selalu ada, itu sudah cukup.... hehehehe...... semoga ini tak belebihan... terimakasih telah memberi apresiasi......


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan