logoblog

Cari

AL-FATIHAH SUMBER SHALAT LIMA WAKTU

AL-FATIHAH SUMBER SHALAT LIMA WAKTU

Surat Al-Fatihah disebut juga dengan istilah Ummul Qur’an (Ibu dari ayat-ayat AL-Qur’an). Kedudukan surat Al-Fatihah sangatlah mendasar dalam ajaran agama Islam,

Rupa-Rupa

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
03 Mei, 2014 13:42:08
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 49462 Kali

Surat Al-Fatihah disebut juga dengan istilah Ummul Qur’an (Ibu dari ayat-ayat AL-Qur’an). Kedudukan surat Al-Fatihah sangatlah mendasar dalam ajaran agama Islam, jika seseorang tidak membaca surat tersebut dalam melaksanakan shalat maka tidak syah shalat yang dilakukannya itu. Rasulullah saw bersabda yang artinya: Tidak syah shalat tanpa membaca Surat AL-Fatihah.

Dalam ilmu Tarikat disebutkan bahwa Surat Al-Fatihah adalah sumber Shalat Lima Waktu. Artinya lima pasal yang terbuka menjadi haqikat dari shalat lima waktu. Lima pasal itu adalah Perkataan, Pengelihatan, Pendengaran, Penciuman, dan Perasaan.

Allah menjadikan keterbukaan dalam jiwa (nyawa) sehingga mata dapat melihatm telinga dapat mendengar, hidung dapat mencium, lidah dapat berkata, dan hati dapat merasa. Inilah sebabnya Sayidina Ali ra, berkata “Aku Tidak Akan Menyembah Allah Jika Aku Tidak Melihat-Nya”.

Maksud dari perkataan Sayidina Ali ra itu adalah Allah swt menyatakan diri di dalam shalat lima waktu sebab shalat merupakan salahb satu bentuk komunikasi manusia dengan khaliknya (Allah swt). Jika seseorang melaksanakan shalat dengan khusuk maka ia seolah-oleh telah bertemu dan melihat Allah sebagaimana Rasulullah saw bertemu dan berkomunikasi dengan-Nya pada saat beliau melaksanakan IsraK Mikrad. Dengan demikian secara sederhana perkataan Sayidina Ali ra bermaksud bahwa Beliau Tidak Akan Melaksanakan Shalat Jika Ia Hanya Sekedar Shalat dan Tanpa Rasa Khusuk. Khususk itulah yang dimaksud dengan bertemu dan melihat Allah saw.

Untuk itu kita perlu mengenal siapa yang kita sembah, siapa diri kita yang menyembah, dan hakikat dari pelaksanaan sembahyang/shalat itu. Sebab hakikat Shalat Lima Waktu itu terbuka dalam lima waktu maka Tajjali Allah merupakan Tajjali Dzat, Tajjali Syfat, Tajjali Nama, Tajjali Af’al, dan Tajjali bekas perbuatannya. Sedangkan sumber dari waktu yang lima itu adalah Al-Fatihah yang berarti bahwa pelaksanaan shalat itu memberikan keterbukaan bagi lima indra yang ada pada tubuh manusia untuk mengabdikan diri kepada Allah SWT.

Adapun huruf ALHAMDU adalah Alif, Lam, Ha, Mim, dan Dal. Kelima huruf tersbut diisyaratkan pada kelima tajjali Allah SWT. Rasulullah saw berabda yang artinya “Tidak syah sembahyang/shalat itu kecuali dengan pengenalan. Yaitu pengenalan pada Dzat-Nya, Sifat-Nya, Nama-Nya, Perbuatan-Nya, dan Bekas Tangan-Nya(segala yang dilahirkan dalam lima waktu). Dengan demikian, ALHAMDU yang terdiri dari lima huruf itu berpangkal pada titik yang mengisyaratkan bahwa cahaya itu muncul pada Rahasia Allah.

Allah SWT berfirman yang artinya: Aku menyatukan cahaya-Ku atas dirimu adalah Isyarat atas Aku pada dirimu.

Fiirnan Allah di atas menjadi acuan sehingga dikatakakan bahwa “INSAN ITU ADALAH RAHASIAKU DAN AKU ADALAH RAHASIA INSAN. Sehingga dengan ucapan ALLAHU AKBAR pada saat melakukan Takbiratul Ikhram disyaratkan supaya insane yang melaksanakan shalat melebur bersama Dzat Allah. Setelah mengucapkan Allahu Akbar pada takbiratul ikhram maka habislah segala hal, tida sedikitpun suara yangmerasuk ke dalam telinga kecuali suara Allah, tiada lagi hal yang terlihat kecuali melihat dengan mata hati, tiada lagi komunikasi selain berkomunikasi dengan Dzat Allah melalui segala bacaan shalat yang telah ditetapkan, tiada lagi rasa yang dirasakan insan selain rasa tiada berdaya sebab telah berada di depan Sang Pencipta. Dengan demikian maka sampailah niat, mesraah kita di dalam Alif Allah dan kemudian dimesrakanlah nyawa kita di dalam Takbir Nur.

 

Baca Juga :


Demikian perpaduan antara ajaran Tauhid dengan Ilmu Tarikat. Hamba dengan Tuhan, itulah Shalat yang mempunyai tiga isi, yakni Menyembah, Disembah, dan Disembahkan. Yang menyembah adalah Tubuh, Yang Disembah adalah Allah, dan Yang Disembahkan Kepada Allah adalah Nyawa. Sebab itulah setelah Takbiratul Ikhram dikerjakan sebagai awal penyerahan nyawa kepada Allah maka apapun yang terlintas di sekitar dan di dalam benak janganlah dihiraukan, semua ingatan hanya semata-mata mengingat Allah sehingga khusuk dapat tercipta. Setelah pandangan hanya ditujukan ke pada Allah maka inilah yang dinamakan Dalil. Artinya yang menyembah dan yang disembah adalah satu.

Kesatuan antara Pencipta dan yang dicipta-Nya, itulah haqiqat pelaksanaan shalat. Oleh sebab itu, mari kita senantiasa belajar untuk mengenal diri, mengenal Allah dan memahapi segenap ilmu yang dinyatakan dan dirahasiakan-Nya agar kita bisa menjadi hamba yang taat dan memelihara ketaqwaan kepada-Nya. Seseungguhnya di dalam Shalat Lima Waktu yang berjumlah 17 Rakaat itu terkandung beribu makna dan hikmah. Fahamilah Al-Fatihah dan Kenalilah serta Kerjakan Sahalat Lima Waktu maka kita akan mengenal siafa diri kita, siapa yang kita Sembah dan apa yang harus kita persembahkan kepada-Nya. Sesungguhnya Shalat itu Tiang agama, Tegakkanlah Shalat Maka Tegaklah Agama Itu. Dan sesunggunya Shalat Itu mencegah dari perbuatan Keji dan Mungkar. Oleh sebab itu, mari kita laksanakan shalat dengan sebaik mungkin supaya kita terhindar dari perbuatan keji dan kemurkaan Allah  SWT. [] - 01

 

_ASRI ASA_

 



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan