logoblog

Cari

Tutup Iklan

Mimpi Ku, Mimpi Guruku, Dan mimpi Masyarakat

Mimpi Ku, Mimpi Guruku, Dan mimpi Masyarakat

Dulu saat aku masih sangat kecil, mimpi terbesar ku bisa mengunjungi Negara USA, dan belajar di sana. Mimpi itu memotivasi ku

Rupa-Rupa

Jurnal Alfarizi
Oleh Jurnal Alfarizi
02 Mei, 2014 21:36:52
Rupa-Rupa
Komentar: 1
Dibaca: 6818 Kali

Dulu saat aku masih sangat kecil, mimpi terbesar ku bisa mengunjungi Negara USA, dan belajar di sana. Mimpi itu memotivasi ku untuk belajar bahasa Inggris secara otodidak sepanjanga tahun dan Alhamdulillah saat lulus madrasah aliyah aku di mintak guruku menjadi tutor salah satu kursus bahasa Inggris selama 3 bulan di kotaku.

Tapi mimpi itu kemudian mulai tergeser karena tak punya uang untuk bisa mewujudkannya, maklum orang tuaku memiliki ekonomi yang bisa di kategorikan menengah ke bawah. Di pertengahan tahun 2012 karena di minta mengabdi di salah satu pesantren di Lombok Barat, NTB, aku kemudian menghabiskan banyak waktu di sana. Bekerja, belajar dan mendidik santri-santri yang tinggal bersama kami.

Pesantren inilah yang juga menggeser mimpi ku pergi ke USA, mimpi ku lebih terpokus pada bagaimana supaya pesantren ini memiliki bangunan sederhana yang layak huni, karena saat pertama kali dulu datang ke sini, tempat ini gersang, bangunannya hanya berdiri tiang tiang beton tanpa atap, sampai hari ini, dan tak tahu entah sampai kapan, tiang tiang itu akan memiliki atap.

Bukan kami tak berusaha, proposal bantuan juga kami pernah layangkan ke beberapa instansi pemerintah, tapi tak banyak yang merespon, kami mau mengandalkan pembiayaan dari santri juga tidak bisa, karena mereka membayar iuran setiap minggunya hanya untuk makan, (2 Kg beras dengan uang Rp. 20.000 perminggu) untuk makan saja, seringkali bendahara pondok menutupi kekurangan dari pinjaman masyarakat, sementara bantuan BOS tiba.

 

Baca Juga :


Iuran siswa tak berani kami naikan, karena hampir keseluruhan siswa berasal dari keluarga tak mampu, karena memang niat pendiri pesantren ini, adalah untuk menampung anak-anak tak mampu secara ekonomi tapi memiliki semangat tinggi untuk belajar. Sehingga belajar di bawah pohon pun mereka tetap semangat.

Tak hanya kami di pesantren yang bermimpi supaya pesantren ini cepat memiliki bangunan kelas dan asrama layak huni, masyarkat bahkan sangat mengharapkan karena bagaimana pun juga pesantren ini banyak membantu mereka mendidik dan mengajarkan anak-anak mereka tanpa harus mengeluarkan biaya mahal. Tak jarang juga setiap kali ada acara pengajian di pesantren, masyarakat memberikan amplop yang isinya beragam, kadang lima ribu, kadang dua ribu dengan niat sedikit membantu biaya pembangunan. Aku akan sangat bersyukur jika mimpi kami ini bisa terwujud. Syukron (03)



 

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    03 Mei, 2014

    Kami turut berdoa semoga, orang-orang kaya negeri ini mau menyisihkan rizkinya untuk membantu pembangunan lembaga pendidikan yang masih membutuhkan uluran tangan.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan