logoblog

Cari

Tutup Iklan

Cuaca Tak Bersahabat Kendala Panen Padi Petani

Cuaca Tak Bersahabat Kendala Panen Padi Petani

KM LENGGE WAWO,- Dipenghujung bulan April musim panen tahun ini para petani beramai-ramai dan bergotong royong melaukan Panen Raya Padi diberbagai

Rupa-Rupa

KM LENGGE
Oleh KM LENGGE
30 April, 2014 23:17:51
Rupa-Rupa
Komentar: 4
Dibaca: 10910 Kali

KM LENGGE WAWO,- Dipenghujung April musim panen tahun ini para petani beramai-ramai dan bergotong royong melaukan panen raya padi di berbagai wilayah yang ada di daerah Bima. Di Kecamatan Wawo bahkan bebarapa desa sudah panen sejak awal April lalu.

Panen raya padi di Kecamatan Wawo beberapa hari terakhir, menyulitkan para petani, kendalanya saat panen para petani dihadapkan dengan cuaca yang tidak bersahabat. Kadang terik matahari dan kadang guyuran hujan tidak menentu. sehingga keadaan ini mengkhawatirkan para petani untuk mengeringkan gabah.

Terlihat sejumlah petani di berbagai desa di Kecamatan Wawo yang berada di ruas jalan umum dari Desa Ntori hingga Desa Raba ramai mengeringkan padinya di pinggir jalan protokol. Hal ini terlihat unik dan seperti menjadi budaya kita. Bahkan mereka beramai-ramai saling membantu mengangkat dan mengeringkan padi para petani yang belum selesai dikeringkan. Tidak hanya mengangkat dan mengeringkan padi secara bergotong royong, tetapi budaya membantu memanen padi di sawah dari proses awal memotong hingga mengeringkan padi menjadi gabah. Budaya saling membantu atau gotong royong ini sejak lama sudah menjadi tradisi turun temurun dan mengakar di masyarakat Kecamatan Wawo.

Tidak hanya pinggiran jalan yang dipakai untuk mengeringkan padi, gang-gang di kampung, lapangan bola pun tidak luput digunakan untuk mengeringkan padi. Sehingga kita bisa melihat keakraban para warga terlihat indah ketika berkumpul dan ramai seperti ini dikampung-kampung.

Warga Desa Raba, Anwar, merasa senang dan tidak kaget kalau musim panen seperti ini warga ramai panen raya hingga mengeringkan padinya. “Semua tempat dipakai oleh warga untuk berjemur padi karena tanah sawah masih basah karena hujan sehingga kami manfaatkan pinggiran jalan, gang-gang utuk menjemur padi,” ungkapnya.

 

Baca Juga :


Lain lagi dengan Ade, warga Desa Maria Utara ini, dia mengaku karena hampir setengah lapangan dipakai untuk mengeringkan padi mereka tidak bisa bermain bola, tapi hal ini kami pahami karena paling dua atau tiga hari saja jadi kami bersabar saja.  “Setiap tahun pemandangan seperti ini biasa terjadi, dan hal ini merupakan memandangan dan kejadian yang asyik bagi kami warga kampung dan kami tetap bersabar untuk bermain bola, bahhan kami membantu para petani mengeringkan padinya,” ujar Ade.

Ibrahim warga Desa Ntori merasa bersyukur telah selesai semua masa panen ini sehingga kami mendapatkan hasil yang kami inginkan “Alhamdulillah masa panen padi telah selesai, proses mengeringkan dan menggiling saja setelah ini,” ungkap Ibrahim merasa girang. (Efan) - 03



 
KM LENGGE

KM LENGGE

KM Lengge Wawo Sekretariat : Jln Lintas Bima Sape KM 17 Komplek Lapangan Umum Wawo, Maria Utara Bima - Contac Person : 085338436666/081803884629 - Email : wawolengge@gmail.com - Koordinator : Edy Irfan Anggota : Galank, Ahyar, Benk, Jhuan, Andri

Artikel Terkait

4 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    27 April, 2014

    budaya gotong royong adalah budaya yang nyaris hilang di beberapa di desa di lombok pada khususnya, sehingga amat sangat penting untuk dipertahankan


    1. KM LENGGE

      KM LENGGE

      28 April, 2014

      Adat ketimuran dan Keislaman mas...


  2. burex muridmacel

    burex muridmacel

    27 April, 2014

    gotong royong atau "bederep"....@minta upah jasa...?


    1. KM LENGGE

      KM LENGGE

      28 April, 2014

      Hehehee...kalau di bima...seperti di desa Maria Kec. Wawo, budaya membantu tetangga atau keluarga masih kuat dipertahankan mas......


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan