logoblog

Cari

Kebahagiaan di Tepi Laut

Kebahagiaan di Tepi Laut

KM Wadupa’a: Semakin lama tingkat kepadatan penduduk di Desa Bajo Kecamatan Soromandi semakin meningkat. Hal itu terbukti banyaknyanya  warga memperluas lahan

Rupa-Rupa

KM. Wadupa-a
Oleh KM. Wadupa-a
28 April, 2014 16:53:19
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 9556 Kali

KM Wadupa’a: Semakin lama tingkat kepadatan penduduk di Desa Bajo Kecamatan Soromandi semakin meningkat. Hal itu terbukti banyaknyanya  warga memperluas lahan untuk dijadikan tempat tinggal atau usaha  di dekat pantai.

Bahkan ada jua yang membuka bengkel, kios, rumah makan,  mengoptimalkan posisi strategis di pingggir jalan raya. Umumnya mereka-mereka yang tinggal atau membuka usaha di tepian laut ini cukup sukses.

Andi (29),  pemilik rumah dekat pantai di Desa Bajo mengaku merasa senang karena suasana lahan baru di tepi laut begitu ramai dan tidak panas. Ia terpaksa membuka lahan di pinggir laut agar bisa hidup harmonis dengan istri anak. “Meskipun tidak berkecukupan tapi setidaknya kami tidak bergantung kepada orang tua dan tinggal bersama,” ujarnya kepada KM Wadupa’a.

Sebagai tulang punggung keluarga, Andi mengaku selalu bertanggungjawab kepada anak dan istri. Sisi positif lain setelah tinggal di tepi laut yang berbatasan dengan jalan raya di desa setempat, sedikit tidak  membuatnya dengan mudah mendapatkan  pelanggan ojek.

Selain menjadi pengojek, setiap hari Andi kadang menjadi mekanik. Kepiawaiannya memerbaiki sepeda motor sudah tenar seantero Kecamatan Soromandi dan Donggo. Ia juga menggeluti usaha jual-beli sepeda motor bekas, meskipun tidak memiliki outlet atau tempat resmi. Namun di tengah kebahagiannya menikmati kebahagian hidup bersama anak dan istrinya, terkadang rasa kuatir hinggga. Takut sewaktu-waktu tempat tinggalnya digusur karena memang menumpang membangun rumah di pingggir laut.

 

Baca Juga :


“Saya berharap agar pemerintah bisa memberikan program-program  yang pro rakyat kecil seperti saya ini,” harapnya.

Tidak hanya Andi yang memanfaatkan lahan kosong pinggir laut, Gajali (28) juga memanfaatkan lahan yang sama di pinggir laut di Desa Bajo. Sejak tahun lalu ia  mendirikan bengkel sederhana berdinding  bedek. Dari hasil membuka bengkel itu, ia mampu mencukupi kebutuhan keluarganya. Bahkan saat ini ia sudah mampu memperkerjakan satu karyawan. “Saya bangga dan bahagia walaupun usaha saya ini belum bisa dikatakan maju. Begini saja saya dan keluarga sudah bahagia,” ujarnya.

Gajali bukanlah alumni Program Keahlian Teknik Otomotif dari SMK atau bukan juga Sarjana Tekni. Namun berkat kegigihannya memelajari teknik memperbaiki sepeda motor, ia memiliki keahlian itu. Para pelanggan yang mempercayai jasanya pun lega dengan hasil pekerjaannya. “Alhamdulillah saya sudah  bisa menggaji karyawan saya walaupun diukur beberapa motor per hari," ungkapnya seraya tersenyum. (UKI) - 01



 
KM. Wadupa-a

KM. Wadupa-a

Koordinator: FACHRUNNAS Email : kampungmediawadupaa@gmail.com Komunitas Jurnalisme Warga. Menyuguhkan Informasi seputaran Soromandi dan Wilayah Sekitar.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan