logoblog

Cari

Tutup Iklan

“Serpok” Alat Sederhana Pengusir Burung

“Serpok” Alat Sederhana Pengusir Burung

KM. Serambi_Brangrea – Menjelang musim panen adalah waktunya harap-harap cemas bagi petani yang ada di Brang Rea bahkan hal yang sama

Rupa-Rupa

KM. Serambi Brangrea
Oleh KM. Serambi Brangrea
05 Februari, 2014 05:12:08
Rupa-Rupa
Komentar: 1
Dibaca: 93885 Kali

KM. Serambi_Brangrea – Menjelang musim panen adalah waktunya harap-harap cemas bagi petani yang ada di Brang Rea bahkan hal yang sama juga terjadi di Desa Mekar Sari Kecamatan Narmada seperti yang digambarkan oleh Rekan Komunitas KM. Narmada beberapa waktu lalu bahwa Burung menjadi salah satu hama yang cukup merugikan petani setelah ancaman hama lainnya seperti tikus ataupun wereng.

Untuk menanggulangi serangan burung ini salah satu langkah yang bisa diambil adalah hanya dengan menghalau ataupun mengusir burung yang hinggap dengan perlengkapan ataupun alat seperti orang-orangan sawah, memasang jarring, menggantungkan bontol pada bentangan tali yang bisa menghasilkan suara, melempar dengan ketapel ataupun bersorak sorai sehingga burung merasa terusik dengan suara yang timbulkan.

Namun di Brang rea sendiri ada satu alat yang cukup tradisional dan selalu digunakan untuk mengusir ataupun menghalau burung yang disebut dengan “Serpok”. Serpok ini berupa berupa potongan bambu sepanjang 70 sampai dengan 80 cm yang dibelah dari bagian ujung hingga mendekati pangkal, kemudian bagian pangkal akan dijadikan sebagai pegangan. Selanjutnya masing-masing belahan tersebut dibentuk sedemikian rupa sehingga salah satu bagian akan memiliki kelenturan lebih dari bagian lainnya. Tidak lupa pula jenis bambu yang digunakan harus jenis Bambu Tali dengan stuktur batang agak lentur karena akan menghasilkan bunyi yang cukup nyaring.

Cara menggunakannya sendiri adalah cukup dengan memegang bagian pangkal kemudian diayunkan maka secara otomatis bagian yang lentur akan melekuk dan mengahantam bagian lainnya. Hantaman inilah yang menghasilkan suara nyaring dan keras sehingga burung akan merasa terusik dan pergi meninggalkan tanaman padi.

Judin salah seorang petani menuturkan bahwa jika kita menggunakan orang-orangan sawah, jarring, ataupun menggantungkan botol pada bentangan tali dirasakan kurang efektif. Mengapa demikian ia menambahkan bahwa untuk menyiapkan alat seperti itu kami harus menyiapkan biaya yang cukup besar untuk ukuran kami petani kecil. Jika kami sendiri yang harus bersorak sorai juga hal mustahil. Kami menjaga tanaman padi semenjak padi sudah mengeluarkan buah, paling tidak sekitar 3 sampai dengan 4 pekan dari pagi sampai sore kita harus bersorak sorai. Oleh karena itu alternative yang tidak begitu berat dan tidak harus mengeluarkan biaya adalah dengan membuat alat yang disebut Serpok ini.

 

Baca Juga :


Ratusan ekor burung jenis burung pipit biasanya menyerang tanaman semenjak pukul setengah enam pagi. Dan puncaknya serangan paling banyak terjadi hingga pukul sepuluh pagi kemudian mereka akan kembali pada pukul lima sore sampai dengan menjelang magrib. Pemandangan seperti ini terlihat sudah seperti tradisi adanya bahkan menjadi agenda utama petani bahwa pada saat menjelang musim panen pekerjaan belum dianggap selesai karena hama masih mengintai.

Harapannya petani adalah ditemukannya metode atau solusi yang tepat sehingga hama burung ini bisa dihalau sebelum mereka mendekat ke arah tanaman. Sehingga petani tidak perlu bersusah payah menjaga tanaman dan pastinya hasil panen melimpah seperti yang diimpikan bisa tercapai. (Tu_Ti)



 

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. Ramli Andryansyah

    Ramli Andryansyah

    14 Mei, 2016

    cara menanggulangi hama burung pipit dan sejenisnya menggunakan ramuan tradisional, tanpa efek samping, tanpa di jaga, tanpa alat, tanpa bayar mahal dsb…silahkan kunjungi… http://healdiabet.blogspot.co.id/2016/05/cara-penanggulangan-hama-burung-pipit.html


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.