logoblog

Cari

Tutup Iklan

Jerua Lotim Kehilangan Situs Bersejarah

Jerua Lotim Kehilangan Situs Bersejarah

KM Krens: Beberapa tahun terakhir banyak sudah situs-situs bersejarah yang dimiliki oleh dusun jerua. Hilang bagai ditelan bumi,hal tersebut diungkapkan salah

Rupa-Rupa

inaf
Oleh inaf
17 Desember, 2013 20:31:45
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 3212 Kali

KM Krens: Beberapa tahun terakhir banyak sudah situs-situs bersejarah yang dimiliki oleh dusun jerua. Hilang bagai ditelan bumi,hal tersebut diungkapkan salah seorang warga lombok timur asal dusun jerua yang menjalankan tugas di dinas budaya dan pariwisata kabupaten lombok timur H.Gufranudin ” dahulu sebelum musim hujan datang banyak masyarakat yang berbisik-bisik kepada anak dan istri mereka hanya sekedar untuk mendengar gemuruh yang cukup menggelegar di sekita dusun. Suara itu berasal dari sebuah batu yang oleh masyarakat dusun disebut batu nampar” tutur H. Gufran kepada Km Krens beberapa waktu lalu.
Dipenghujung Dusun Jerua sebelah barat tepatnya di Kebon Peropok menurut kepercayaan masyarakat sekitar seperti yang dituturkan oleh H. Abu Bakar bila suara itu datang maka musim penghujan masih panjang, namun sekarang ini batu tersebut telah hilang namanya apalagi tangisannya jelas ini tanggung jawab kita bersama perlukah hal tersebut kita lestarikan? Batu seperti halnya batu-batu yang lain lazim di sebut benda keras karena dasarnya adalah batu. Namun kata nampar adalah sebuah gelar kehormatan yang diberikan masyarakat kepada batu tersebut karena mampu menjadi semacam “Pembadaq’ yang kini tinggal cerita dan sebagian kecil masyarakat yang masih menyakininya. Jelas H. Abu Bakar
 Layaknya sistus-situs bersejarah lainnya tentunya batu nampar memang sangat layak bila direkam dalam google map atau peta dunia layaknya situs-situs lain karena kekayaan budaya suatu negeri atau dusun tergantung dari karakteristik masyarakat yang meyakini budaya tersebut.
secara terpisah salah seorang budayawan asal lombok timur yang juga berhasil di temui KM Krens menyebutkan “mungkin layak kiranya mengajak rekan-rekan sekalian untuk mendiskusikan kembali keanekaragaman khazanah yang dimiliki oleh dusun jerua guna memompa kembali semangat popularisme dusun kita tercinta, sehingga apa yang kita cita-citakan sebagaimana yang terbetik dalam sebuah pribahasa “dimana langit dipijak disitu langit di junjung”  jelas M Nur kepada KM Krens.(23/06/2013)

 

Baca Juga :




 
inaf

inaf

xproject
Born: February 20-1967, Aberdeen Washington, USA
Guitar: Fender-Mustang, Jaguar, Stratocaster, Telecaster
Amplification: MesaBoogie Preamp, Sunn-Beta LeadHead, 4X12 Peavey
Pedals: BOSS DS1-DS2, Tech 21 Sansamp C, Orange

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan